Bahasa Inggris Jadi Ekstrakurikuler SD

Kediri, koranmemo.com – Lembaga sekolah dasar (SD) tetap diberikan materi bahasa Inggris kepada siswa, namun dengan bentuk ekstrakurikuler atau jam tambahan serta bisa masuk ke materi muatan lokal (mulok). Ini lantaran, pihak sekolah menilai kemampuan dasar bahasa Inggris bagi siswa sangat penting. Mengingat pada jenjang yang lebih tinggi, mata pelajaran tersebut diberikan secara penuh.

Kepala SD Negeri Sukorame 2, Malik mengatakan, mulai diberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006, secara bertahap mata pelajaran bahasa Inggris dihapus untuk murid SD. Namun kenyataannya, pihak sekolah menilai materi bahasa Inggris perlu diberikan untuk mendukung pengetahuan siswa. “Bahasa Inggris menjadi media komunikasi Internasional, jadi meteri ini sangat penting diberikan,” jelasnya, saat dikonfirmasi koranmemo.com, Rabu (2/1).

Di jenjang yang lebih tinggi seperti sekolah menengah pertama (SMP), pelajaran bahasa Inggris diberikan secara penuh dan mandiri dan tidak dilebur seperti materi pelajaran yang diberikan di SD. Setiap lembaga sekolah, memberikan materi bahasa Inggris dengan cara yang berbeda sesuai dengan kebijakan sekolah masing – masing serta kesepakatan dengan wali murid.

Pihak sekolah bisa memberikan meteri bahasa Inggris dalam bentuk ekstrakurikuler, tambahan jam pelajaran dan bimbingan belajar. Jika di SD Sukorame 2, lanjut Malik, diadakan ekstrakurikuler yang diadakan setiap minggu sekali. “Penyampaian materi tidak langsung secara menyeluruh. Tergantung tingkat kelasnya masing – masing. Ini dilakukan untuk mendukung kemampuan siswa sehingga tidak kaget saat menerima pelajaran bahasa Inggris di jenjang SMP,” sahutnya.

Hal senada juga diutarakan Pardi, Kepala SD Mojoroto IV, sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pihaknya memberikan materi bahasa Inggris dalam bentuk ekstrakurikuler. Untuk kelas rendah mulai kelas 1 sampai kelas 3, materi diberikan dengan cara bermain dan bernyanyi. “Tujuannya, supaya ada penambahan kosa kata di setiap pertemuan. Dan yang pasti, untuk persiapan siswa beranjak ke tingakat pendidikan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Selain mengenalkan kosa kata baru, dengan cara seperti ini siswa dapat mengerti pelafalan yang baik dan benar. Pelafalan bahasa Inggris, antara tulisan perkata dengan peungucapan sangat berbeda. Sedangkan untuk kelas tinggi mulai kelas 4 sampai 6, dari guru kelas atau guru bahasa Inggris secara bertahap memberikan materi grammar. “Jika sudah tahu cara menulis dan membaca bahasa Inggris, dilanjutkan ke cara penulisan struktur kalimatnya,” imbuh Pardi.

Nunung Sri Rejeki, Guru Bahasa Inggris menambahkan, untuk mendukung penyampaian materi bahasa Inggris, ia menggunakan buku panduan yang sudah ada seperti di perpustakaan ataupun memperoleh dari toko buku. “Ekstrakurikuler ini dilakukan setelah jam pelajaran selesai. Dalam satu minggu, siswa per kelas secara bergantian mengikuti ekstra. Dan nilai yang diperoleh, bisa untuk mendukung nilai rapor,” kata Nunung.

Meskipun sudah ada ekstrakurikuler bahasa Inggris, pihak sekolah juga mendukung siswa yang mengikuti lembaga bimbingan belajar (LBB). Bagi Nunung, pengetahuan tentang bahsa Inggris sangat diperlukan mengingat kemajuan zaman yang cukup pesat. “Minimal, mereka mendapat bekal atau setidaknya mengerti kosa kata bahasa Inggris sehingga tidak kesulitan menerima pelajaran di jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date