Awas Makanan Snack Good Mengandung Narkoba

Trenggalek, koranmemo.com – Ancaman Narkotika dan Obat terlarang kembali terjadi. Kali ini dengan kemasan berbeda berbentuk makanan ringan. Makanan tersebut bernama Snack Good yang saat ini sedang beredar di masyarakat, snack tersebut berupa keripik jamur. Menurut hasil uji laboratorium terhadap sampel keripik jamur sudah masuk pada golongan 1 Narkotika.

Untuk mencegah beredarnya ancaman Narkotika dan obat terlarang ke masyarakat, BNN Kabupaten Trenggalek melalui Kasie P2M BNNK kembali mengadakan Pengembangan Kapasitas di instansi pemerintah dalam rangka Pelatihan Dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba.

Kegiatan dipimpin langsung Kepala BNNK Trenggalek Akik Subki, SH, MH didampingi Kasie P2M BNNK Djainul Muttakin serta dihadiri undangan dari instansi terkait, di salah satu hotel di Trenggalek Kamis (9/11).

Dijelaskan, kandungan psilosin mempunyai sifat halusinasi dapat mengubah suasana hati (mood), mengubah persepsi diri dan dunia sekeliling serta meluapkan perasaan baik rasa senang euphoria maupun rasa sedih depresi.

Disisi lain saat ini bandar dan pelaku pengedar narkotika lebih pintar, pastinya dalam hal ini bandar mencari celah terus untuk melancarkan bisnis haram mereka. Seperti saat bertransaksi bandar sekarang memakai kurir sampai tangan ketiga.

“Dalam hal ini BNNK mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu mengecek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa sebelum membeli dan mengonsumsi produk makanan,” tuturnya

Kepala BNNK Akik Subki juga mengatakan, terkait peredaran snack good di Trenggalek negatif peredarannya, tetapi jangan sampai lupa bahwa semua instansi mempunyai kewajiban yang sama seperti BNNK. Sosialisasi kepada masyarakat, membantu masyarakat agar faham ciri-ciri narkotika sampai kearah pengaduan jika ada oknum yang menyalahgunakan narkotika.

Seperti pada pasal 54 setiap pecandu narkotika dianggap orang sakit maka wajib mendapatka rehabilitasi, pada pasal 55 untuk anak di bawah umur berarti orang tua wajib melapor ke BNNK.

Dikatakan, sebagai aparat dan penggiat berkewajiban membantu masyarakat untuk mendapatkan rehabilitasi jangan takut untuk membawa ke BNNK walau tidak ada barang bukti.

“Tidak munafik jika sebenarnya di Trenggalek masih banyak beredar narkotika, cuma saja polisi dan BNN masih kalah canggih dengan para tersangka untuk mengelabuhi petugas. Trenggalek sendiri pada tahun 2016 berhasil mengungkap 4 kasus, berarti itu angka yang masih sangat kecil sekali. Karena Trenggalek sendiri yang beredar kebanyakan psotropika jenis pil koplo, double L yang mungkin dirasa lebih murah untuk dibeli,” pungkasnya

Reporter : Rudi Yuniriyanto

Editor : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.