Asyik Melakukan Hubungan Intim di Pematang Sawah, Pasangan Bukan Suami Diamankan 

Kediri, koranmemo.com — S (50) perempuan warga Kecamatan Pare Kabupaten Kediri dan SH (43) laki – laki warga Kecamatan Ngadiluwih, harus berurusan dengan petugas Satpol PP Kota Kediri, Rabu (2/1). Pasangan bukan suami istri ini, dipergoki petugas sedang melakukan hubungan suami istri di pematang sawah di sekitar Jalan Pajang (Gudang Garam Unit 8) Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kediri Kota. Saat petugas hendak mengamankan kedua pasangan tersebut, mereka sempat berusaha melarikan diri dengan baju yang tidak lengkap.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid mengatakan, dari keterangan petugas regu piket 3 yang sedang melakukan patroli di wilayah tersebut, curiga karena ada sepeda motor yang terparkir di tepi Jalan Pajang (Gudang Garam Unit 8) Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kediri Kota namun tidak ada orang. “Ternyata, setelah petugas menelusuri di sekitar lokasi dan pematang sawah, menemukan pasangan laki – laki dan perempuan sedang melakukan hubungan suami istri,” jelasnya, saat ditemui Koranmemo.com.

Mereka sempat kabur ke arah utara, lanjut Nur Khamid, dan SH berlari tidak mengenakan baju (telanjang bulat). Sedangkan S, hanya mengenakan baju bagian atas. “Dari keterangan yang diperoleh petugas, S kesehariannya tinggal di salah satu rumah kos di Kelurahan Semampir. Dan jika malam hari, dia mangkal di Jalan Pajang,” tuturnya.

Sementara itu, dari pengakuan S, ia sudah lama menjanda, dan memerlukan uang untuk wisuda anaknya. S mengaku pernah bekerja di Kalimantan dan setelah pulang ke Kediri, sempat bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Perumahan Permata Hijau.

Karena yang diasuh sudah usia lanjut dan sekarang sudah meninggal dunia, dengan tuntutan ekonomi yang sering menghimpitnya, ia akhirnya nekat menjajakan diri. “Saya sudah lima bulan ini menggeluti profesi sebagai PSK. Karena tidak tahu lagi mau bekerja sebagai apa,” kata S kepada koranmemo.com.

Padahal, S terkadang masih antar-jemput anak dari keluarga yang di Perumahan Permata Hijau. Dari pekerjaan tersebut, ia mendapat upah sekitar Rp 800.000 per bulan. Namun upah itu menurutnya masih dirasa kurang untuk keperluan sehari – hari. “Kalau tarif sekali melayani, rata-rata mendapat Rp 30.000 sampai Rp 50.000, kadang sampai Rp 100.000 per hari. Kadang ya tidak sampai Rp 100.000,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date