Asyik di Kamar Kos, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Satpol PP

Kediri, koranmemo.com – Pemilik tempat kos akan mendapat sanksi dari Petugas Satpol PP Kota Kediri, karena masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh penghuni kos. Namun, petugas juga menduga ada unsur pemilik kos menyediakan tempat kos yang disewakan per jam.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid mengatakan, pemberian sanksi tersebut setelah petugas menjaring dua pasangan bukan suami istri di salah dua tempat kos berbeda yang berada di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri. “Petugas juga menjaring dua penghuni kos yang tidak membawa kartu identitas diri pada Senin (12/8) malam,” ujarnya, Selasa (13/8).

Sementara itu, Kasi Penegak Produk Hukum Daerah (PPGD) Satpol PP Kota Kediri, Edy Santoso menjelaskan, sebelum menjaring pasangan bukan suami istri dan dua laki-laki yang tidak membawa identitas diri, petugas terlebih dahulu mendapat aduan masyarakat (dumas) yang menilai penghuni kos yang berada di Kelurahan Ngadirejo Kecamatan/Kota Kediri.

Namun, dari dua tempat kos yang diduga sering disalahgunakan, petugas tidak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh penghuni maupun pemilik kos. “Kemudian kami melanjutkan operasi ke tempat kos yang berada di Kelurahan Bangsal. Di tempat pertama, kami menemukan satu pasangan bukan suami istri di salah satu kamar,” ucapnya.

Petugas segera meminta pasangan tersebut untuk menunjukkan identitas diri, namun belum bisa membuktikan bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sah. Dari pemeriksaan petugas, diketahui pasangan ini berinisial AM (35) laki-laki asal Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dan GW (28) Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk.

Setelah pasangan pertama, petugas mencoba menyasar ke tempat kos yang tidak jauh dari lokasi pertama. Petugas menemukan satu pasangan bukan suami istri yang berada di salah satu kamar. Pasangan ini diketahui berinisial MAB (22) laki-laki asal Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk dan EF (20) perempuan asal Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

Selain itu, petugas juga menjaring dua laki-laki yang tidak membawa kartu identitas diri, yang berinisial LN (20) dan HPW (19) asal Desa Sumberjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, ternyata dua laki-laki itu memang benar saudara salah satu penghuni kos. Kami juga melakukan koordinasi dengan orang tua mereka, untuk lebih mengawasi pergaulan ananknya,” imbuhnya.

Untuk pemilik, sambungnya, akan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut, karena ada infirmasi mengenai penyewaan kos dengan tarif per jam. Dengan demikian, ada indikasi bahwa pemilik kos menyediakan tempat untuk melakukan hal-hal yang negatif yang mengarah ke tindak asusila.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date