Aplikasi Eror, E-KTP Tidak Bisa Dicetak

Tulungagung, Koranmemo.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung tidak bisa mencetak kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Meski blanko E-KTP sudah tersedia. Hal itu disebabkan karena aplikasi eror.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung, Justi Taufik mengatakan pihaknya sudah menerima sekitar 10.000 blanko e-KTP dari Kementrian dalam negeri (Kemendagri).
 Namun sampai saat ini pencetakannya belum bisa dilaksanakan, sebab aplikasi pencetakan e-KTP yang terhubung dengan jaringan secara nasional masih eror.
“Kami saat ini masih belum bisa melakukan pencetakan e- KTP karena masih terkendala kerusakan pada aplikasi di pusat,” ungkapnya.
Justi menjelaskan erornya aplikasi tersebut berdampak secara nasional. Sehingga seluruh kabupaten tidak bisa melakukan pencetakan, pihaknya juga tidak bisa memastikan kapan aplikasi tersebut  bisa kembali normal.
“Ya itu kami belum bisa memastikan kapan selesainya perbaikan terhadap aplikasi yang eror tersebut. Sebab kerusakan terjadi di pusat,” jelasnya.
Ditegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemendagri guna mengetahui perbaikan aplikasi tersebut dan hingga bisa digunakan untuk melakukan pencetakan.
“Kami masih usahakan untuk mengkoneksikan dengan server pusat, agar proses pencetakan KTP elektronik bisa dilakukan,” katanya.
Lebih lanjut Justi mengatakan, meskipun belum bisa dilakukan pencetakan e-KTP, pelayanan di Dispendukcapil Tulungagung tetap berjalan dan penerbitan surat keterangan (suket) sebagai pengganti e-KTP tetap dilakukan.
Berdasarkan data Dispendukcapil Tulungagung sejak Oktober 2016 lalu, untuk suket pengganti e-KTP yang sudah diterbitkan kepada warga yang sudah memproses perekaman data mencapai 40.000 orang.
Dari jumlah itu, data yang siap cetak sekitar 9.000. “Namun blangko KTP elektronik yang diterima hanya 10.000 keping. Jadi nantinya akan sisa sekitar 1000 blanko apabila pencetakan sudah berjalan,” katanya.
Sedangkan untuk 15 ribu merupakan data beralih status atau pindah alamat dimana para pemohon sebelumnya sudah pernah memiliki atau melakukan perekaman e-KTP.
“Untuk data suket yang masih dalam send for enroll (SFE) atau gangguan pengiriman dan belum diterima oleh pusat sekitar 16 ribu. Dimana rata — rata mereka belum pernah mengurus e-KTP sama sekali,” jelasnya.
Reporter : Deny Trisdianto
Editor : Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.