Antusias Ratusan Warga Padati Kopi Tahu di Kelurahan Pojok

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kopi tahu bincang ringan masa depan kali ini digelar di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Senin (4/12). Acara kopi tahu ini disambut hiburan musik dangdut yang dimainkan oleh pemuda pemudi karang taruna Kelurahan Pojok.

Bahkan kopi tahu pada kali ini dipenuhi oleh warga Kelurahan Pojok hingga kursi yang disediakan tidak mencukupi sehingga katena antusiasnya, banyak warga yang rela berdiri maupun duduk lesehan.

Dalam kesempatan ini Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melakukan flashback permintaan warga yang lalu yang sudah direalisasikan melalui prodamas dengan menunjukkan pembangunan melalui gambar di layar, diantaranya seperti, Pos kamling tingkat, gapura, plengsengan sungai, saluran air dan lain-lain.

Untuk kopi tahu saat ini warga menyampaikan permintaan dari satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Kelurahan Pojok, yang saat ini di Kelurahan Pojok ada enam anak putus sekolah karena dari keluarga tidak mampu, orang tuanya hanya buruh ataupun kuli.

Wali kota mengimbau kepada satgas untuk mendata anak yang putus sekolah agar kembali sekolah dengan biaya gratis.

Di Kelurahan Pojok terdapat budidaya ikan namun sudah ditinggalkan beralih ke budidaya cacing sutra yang saat ini telah berkembang bahkan telah dikenal di seluruh Nusantara. Para pembudidaya telah beberapa kali memberikan materi ke luar kota lain untuk memberitahukan cara budidaya cacing sutra, selain itu banyak kota lain melakukan studi banding ke kelurahan pojok dalam budidaya cacing.

Di Kelurahan Pojok di RT 21 berdekatan dengan tempat pembuangan sampah, warga meminta kompensasi dan layanan kesehatan karena warga RT 21 yang dekat dengan tempat pembuangan sampah merasakan pencemaran udara adanya bau sampah yang  menyengat.

Sedangkan di Kelurahan Pojok RW 5 meminta gedung serba guna untuk pertemuan warga. Wali kota Kediri mengimbau jika ada gedung serba guna agar dipakai sebaik-baiknya dan setiap kegiatan selalu digunakan jangan sampai terbengkalai jarang digunakan.

Pada musim hujan ini warga Kelurahan Pojok mengeluhkan akan adanya banjir sehingga warga meminta saluran air diperlebar karena selama ini selokan sempit jika hujan deras air akan tumpah di jalan, serta peninggian jembatan.

Kelurahan Pojok masih banyak lahan pertanian sehingga warga juga meminta alat sterilisasi pertanian namun permintaan warga tersebut akan direalisasikan di tahun 2018.

Sementara dengan adanya prodamas ini pembangunan 10 tahun dapat tuntas dalam satu tahun, sedangkan target prodamas 60 persen infrastruktur dan 40 persen sosial dan ekonomi.

Untuk penyaluran yang sudah terealisasi seperti berikut, tangga sungai 24 meter persegi, trotoar 60 meter persegi, plengsengan tahun 2015 sepanjang 12 meter tahun 2016 sepanjang 720 meter, paving jalan 58512 meter persegi, resapan air 561 buah, jembatan 6 meter tahun 2015 dan tahun 2016 sebanyak 8 buah jembatan.rabat jalan 1044 meter persegi, gapura 255 buah, tempat ibadah 202, balai RT RW 171 buah, pos kamling 309 buah, mck 96 buah, untuk taman tahun 3015 sepanjang 21 meter sedangkan 2016 sebanyak 27 kegiatan, gudang sebanyak 44 buah, penerangan 14 buah, kolam ikan 13 buah, kanopi 4 buah. Prasarana olahraga 2 buah portal 1 buah.

Reporter: Canda Adisurya

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz