Antisipasi Kecurangan dan Validitas Data Peserta UNBK

Kediri, koranmemo.com – Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri mengadakan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017/2018 di Aula SMK Negeri 2 Kota Kediri, Selasa (6/11). Dalam pelaksanaan UNBK, banyak sekolah yang kurang memperhatikan validitas data peserta ujian. Bahkan salah satu sekolah di daerah lain, pernah melakukan kecurangan dengan cara mengontrol salah satu komputer yang digunakan peserta ujian.

Sidik Purnomo, Kasi Pendidikan SMA, SMK, dan PKLK Cabdindik Wilayah Kediri mengatakan, terkait tata cara UNBK, semua lembaga sekolah harus melakukan evaluasi pelaksanaan ujian pada tahun 2017/2018 baik jenjang SMA, SMK, dan PKLK sederajat.

Untuk pendaftaran peserta ujian paling akhir tanggal 15 Desember, dan data peserta ujian harus valid seperti nama peserta, tempat tanggal lahir, serta nama orang tua juga harus benar.

Dari evaluasi tahun lalu, pihak sekolah hanya mementingkan data yang diunggah, bukan kualitas data. “Contohnya hanya memperhatikan jumlah siswa yang masuk ke BioUN, namun detail data tidak valid. Jika yang salah itu hanya puluhan masih mending, ini banyak jumlahnya. Berarti pihak sekolah masih belum memperhatikan,” jelasnya saat ditemui, Selasa (6/11).

Di tahun 2018 Dinas Pendidikan Jatim, menginginkan setiap sekolah menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Karena, pada tahun lalu masih banyak sekolah yang menumpang untuk melaksanakan UNBK. Ini membuat hasil ujian sering rancu antara sekolah satu dengan yang lain.

Perlu diperhatikan lagi, kecurangan serta kebocoran soal UNBK. Ada salah satu sekolah di daerah lain, yang melakukan kecurangan dengan cara melakukan remot ke salah satu komputer yang digunakan siswa untuk ujian. “Ada guru sekolah di salah satu daerah di Indonesia, dia mencari tempat di samping ruang ujian serta ikut mengerjakan soal. Jika sudah selesai, jawaban dikirim ke peserta melalui komputer dan jawaban langsung disebarkan,” ujarnya.

Selain itu, data yang dikirim harus dilakukan pencadangan dengan benar serta jaringan internet harus menggunakan kabel antara satu komputer dengan komputer lainnya. “Jangan menggunakan wifi atau jaringan nirkabel lainnya, karena sinyal tidak stabil. Tahun ini, pengamanan sistem juga lebih ditingkatkan sehingga jika ada kecurangan langsung terdeteksi,” tuturnya.

Repoter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date