Antisipasi Dampak Pergerakan Tanah

Trenggalek, koranmemo.com – Puluhan warga Desa Karangsoko Kecamatan/Kabupaten Trenggalek beramai-ramai menguruk tanah retak di Petak 114 Bukit Karangsoko, tepatnya masuk wilayah Dusun Sukorejo desa setempat, Jumat (16/11). Selain menguruk retakan tanah sepanjang 100 meter dengan kedalaman 50 centimeter, warga juga membuat saluran  air dibatas retakan tanah sebagai antisipasi terjadinya longsor di musim hujan.

Sebelumnya, tanah gerak terjadi di wilayah tersebut pada Selasa (13/11). Warga khawatir pergerakan tanah di ketinggian 200 meter dengan kemiringan 40 hingga 50 derajat itu berpotensi menimbulkan longsor, mengingat banyaknya warga yang tinggal di bawah Bukit Karangsoko tersebut. ”Oleh sebab itu, kami sekitar 43 masyarakat, serta berbagai instansi berkumpul untuk melakukan kerja bakti guna meminimalisir dampak tanah gerak tersebut,” ujar Winarno, warga sekitar yang ikut kerja bakti.

Dengan adanya retakan pada tanah gerak tersebut, lanjut Winarno, menyebabkan air mudah masuk ketika hujan sehingga membuat tanah semakin gembur dan berpotensi mengakibatkan bencana longsor. “Jika saja terjadi longsor, bisa saja material tanah tersebut menimpa rumah masyarakat yang ada di bawahnya. Mengingat jarak lokasi tersebut dengan perkampungan terdekat hanya berkisar 200 meter saja,” ujar Narno, warga sekitar yang ikut kerja bakti.

Kepala Desa (Kades) Karangsoko Slamet menyebut, selain menguruk retakan tanah, mereka juga membuat saluran air di atas retakan. Harapannya ketika hujan air yang mengalir dari atas bukit bisa dialirkan ke tempat lain dan tidak langsung merembes ke lokasi retakan.”Pembuatan saluran air ini telah kami diskusikan dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebab berdasarkan pengalaman di daerah lain, air hujan yang menjadi penyebab utama tanah longsor,” jelasnya.

Antisipasi bencana, lanjut Slamet perlu segera dilakukan. Kondisi ini mengingat di bawah area tanah gerak tersebut, sedikitnya terdapat 50 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut terdiri dari 10 KK di area perumahan setempat, dan sisanya 40 KK di luar perumahan. “Sedangkan untuk bangunan rumahnya ada 100 bangunan yang terdiri dari 60 bangunan di area perumahan, dan 40 bangunan di luar perumahan,” imbuhnya.

Usai melakukan kerja bakti, warga juga diberi sosialisasi terkait pengetahuan tentang tanda-tanda bencana serta cara menanggulanginya. Dia meminta, warga khususnya yang tinggal di dekat bukit untuk selalu waspada jika diguyur hujan lebat terus-menerus, minimal selama dua jam. ”Kehati-hatian akan bencana lanjutan perlu dilakukan, mengingat luas lahan yang terdampak tanah gerak itu sekitar tiga hectare,” pungkasnya.

Sementara itu Bhabinkamtibmas Desa Karangsoko, Bripka Devit Dwi Hendrik Setyawan mengatakan, kewaspadaan akan kemungkinan terjadi bencana perlu dilakukan masyarakat daerah setempat. Sebab kerja bakti yang dilakukan bukan untuk menghindarkan dari bencana, tapi meminimalkan resiko bencana. Dia mengimbau kepada masyarakat khususnya yang setiap hari pergi ke lokasi tanah gerak agar terus memantau pergerakan tanah.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date