Anjloknya Harga Telur Diduga Permainan Broker

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Anjloknya harga telur di Kabupaten Blitar diduga karena adanya permainan di tingkat broker. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita dalam pertemuan dengan peternak di Kabupaten Blitar mengatakan pihaknya mengaku merasa terganggu dengan turunnya harga telur ayam di Blitar.

” Kami sengaja turun langsung untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengajak seluruh integrator di Blitar agar harga kembali stabil karena penurunan harga telur cukup siginfikan dari Rp 16.500 menjadi Rp 14.000.” jelasnya.

Menurutnya ketidak stabilan harga ayam disebabkan masih adanya permainan dari para broker atau pemasok ayam. Pihaknya langsung meminta kepada Kapolres Blitar untuk mengumpulkan para broker dan mengajak bagaimana integrator ikut bertanggung jawab terhadap turunnya harga.

I ketut mengaku jika para integrator membandel pihaknya mengancam akan mengunci izinnya, misalnya jika izin 10 integrator maka hanya akan diizinkan 2 saja.

Selain itu Bupati Blitar Rijanto mengatakan Pemerintah Kabupaten Blitar akan terus memfasilitasi pertemuan peternak dengan pihak terkait agar harga telur dan pakan stabil karena Kabupaten Blitar merupakan daerah dengan jumlah peternak terbanyak mencapai 4 ribu lebih.

” Kita akan berkomunikasi dengan stakeholder terkait agar tidak terjadi permainan harga yang merugikan para peternak,” ujarnya.

Sementara salah satu peternak ayam asal Blitar, Sukarman mengaku resah dengan harga telur ayam yang tidak stabil turunnya harga telur ayam tidak sebanding dengan mahalnya harga pakan.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *