Aniaya ODGJ, Empat Orang Ditahan

Tulungagung, koranmemo.comSebanyak empat orang warga  Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol diamankan angota Polsek Sumbergempol pada Sabtu (20/10) sore. Pasalnya, mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap Binti Karlina (42), tetangganya yang termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Diduga motif penganiayaan tersebut dendam lama, karena korban yang sakit jiwa sering berbicara dan berperilaku tidak wajar sehingga dianggap mengganggu para tersangka yang masih bertetangga. Akibatnya, korban mengalami luka robek pada jari kedua tangan dan lebam di jari kedua telapak kaki serta harus dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung. Dari kejadian tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah kursi pendek yang digunakan untuk memukul korban dan sebuah tikar.

Adapun empat pelaku yang kini kini ditahan yakni, Siti Munawaroh (28) dan suaminya Dedi (31), Bibit (42), serta Mukayanah (40).

“Bibit, Siti Munawaroh, dan Mukayanah sementara ditahan di Polsek Sumbergempol, sedangkan Dedi diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalu Kasi Humas Polsek Sumbergempol Aiptu Suharno.

Suharno menjelaskan, terungkapnya kasus penganiayaan tersebut bermula dari laporan warga setempat karena pada Rabu (17/10) petang tiba-tiba korban keluar rumah dalam keadaan lemas. Bahkan kedua tangan dan kakinya berlumuran darah. Mengetahui itu, warga langsung melaporkannya ke Polsek Sumbergempol.

“Saat itu juga korban dilarikan ke RSUD dr Iskak. Selain itu petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” katanya.

Suharno melanjutkan, menurut keterangan sejumlah saksi, ternyata luka pada korban karena dianiaya. Bahkan, penganiayaan tersebut dilakukan lebih dari dua orang. “Dari semua keterangan, pelakunya mengarah ke tetanga korban,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif lanjut Suharno, akhirnya petugas menetapkan empat tersangka. Karena unsur-unsur pidana telah dipenuhi akhirnya keempatnya langsung dilakukan penahanan.

Masih menurut Suharno, adapun peran masing-masing dari tersangka yaitu Siti Munawaroh menjambak, menendang, memukul, dan membalsem muka korban. Bibit dan Mukayanah memukul pakai kursi. Sedangkan Dedi menampar korban hingga terjatuh.“Keempat tersangka sangat kooperatif selama penyidikan,” ujarnya.

Kepada petugas, keempat tersangka nekat menganiaya korban karena jengkel. Sebab, korban selalu berkata-kata kasar dan melempari rumah tersangka.

Suharno menambahkan, kini petugas masih melakukan penyidikan kasus tersebut. Tidak menutup kasus ini bakal menjerat tersangka baru. “Keempat tersangka bakal dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date