Aniaya Istri Siri, Oknum PNS ini Masuk Bui

Nganjuk, koranmemo.com – Penyidik Polsek Warujayeng akhirnya menetapkan Ag (55) PNS warga Lingkungan Pelem Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom sebagai tersangka.

Ini setelah dia dilaporkan Lik (39) warga Dusun/Desa Kepanjen Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, lantaran diduga melakukan penganiayaan, sesuai laporan kejadian nomor : LP/61/XII/Jatim/Polres Nganjuk/Polsek Warujayeng.

“Yang bersangkutan langsung kami tetapkan sebagai tersangka dan kami lakukan penahanan, setelah sebelumnya menjalani penyidikan. Tadi siang kami titipkan ke Polres Nganjuk,” ujar Kanit Reskrim Polsek Warujayeng Iptu Pujo Santoso, SH kepada koranmemo.com, Jumat (11/1/2019) sore.

Pujo mengungkapkan, kejadian berawal pada Sabtu, 29 Desember 2018 sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu korban sedang praktik di kliniknya Jalan Jambu Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom.

“Tiba-tiba dia didatangi pelaku untuk menanyakan keberadaan anaknya. Waktu itu dijawab korban jika anaknya berada di rumah Desa Kepanjen Kecamatan Pace,” ujarnya.

Mendapat jawaban, pelaku marah-marah tanpa alasan yang jelas dan mengancam akan menutup tempat kerja korban. Karena saat itu sedang menangani pasien, korban berusaha untuk menenangkan suami sirinya itu dengan memegang tangan kirinya yang saat itu posisinya membelakanginya.

“Tanpa disadari korban, pelaku tiba-tiba membalikkan badan dan langsung memukul dengan menggunakan kepalan tangan kanan mengenai hidung dan kelopak mata kiri korban hingga menyebabkan luka memar dan hidung berdarah,” beber Pujo.

Setelah itu, lanjut mantan KBO Reskrim Polres Nganjuk ini, pelaku mengajak pergi korban dari tempat kerjanya dan baru mengantarkan pulang saat tengah malam dengan maksud istri keduanya ini tidak melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Namun karena terlanjur sakit hati, dengan membawa barang bukti berupa sebuah kaos oblong kuning terdapat bercak darah, sebuah jilbab krem terdapat bercak darah, sebuah deker terdapat bercak darah, akhirnya kasus ini dilaporkan juga ke Polsek Warujayeng.

“Menerima laporan, korban langsung kita mintakan visum. Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, akhirnya pelaku kita amankan. Menurut catatan kami, tersangka juga pernah terjerat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tahun 2004. Kala itu tersangka melakukan penganiayaan terhadap istrinya,” pungkas Pujo.

Reporter : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date