Angkut Kayu Jati ‘Gelap’ Disergap

Nganjuk, koranmemo.com – Kedapatan mengangkut 4 batang kayu jati berbagai ukuran tanpa dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH), Jimin (59) buruh tani asal Dusun Kalianjok Desa Bulu Kecamatan Berbek, disergap oleh petugas Polhutmob Perhutani KPH Nganjuk di jalan umum desa setempat. Saat ini, Selasa (18/10) kasusnya masih dalam penyidikan Satreskrim Polres Nganjuk.

Ditangkapnya seorang pencuri kayu tersebut, berawal saat petugas Polhutmob Perhutani KPH Nganjuk sedang patroli rutin di wilayah Desa Bulu Kecamatan Berbek.

Saat itu, petugas mendapat informasi jika di jalan umum Dusun Kalianjok, setiap siang dan malam sering dilewati kendaraan roda 3 maupun roda 4 mengangkut kayu jati. Diduga, kayu jati yang diangkut itu berasal dari mencuri di kawasan hutan wewengkon BKPH Bagor Perhutani KPH Nganjuk.

Berdasarkan informasi itu, petugas langsung melakukan pengintaian di sepanjang jalan. Beberama saat kemudian, dari kejauhan nampak sebuah sepeda motor berjalan pelan karena bermuatan berat. Diduga kuat, barang yang dimuat itu adalah kayu jati.

Kemudian, petugas mengentikan sepeda motor Honda CG tanpa plat nomor yang belakangan diketahui dikendarai oleh Jimin. Waktu diperiksa, Jimin tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen secuilpun terkait 4 batang kayu jati gelondongan yang diangkutnya itu.

Selanjutnya, pelaku diamankan ke Mapolres Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara barang bukti yang ikut diamankan antara lain, satu unit sepeda motor Honda CG tanpa plat nomor, 4 batang kayu jati berbagai ukuran, sebuah gergaji, seutas tali karet dan seutas tali tampar.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk, AKP Maksum mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang telah kedapatan mengangkut kayu jati gelap tersebut. “Kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kayu-kayu itu berasal, diduga kayu-kayu tersebut hasil pembalakan liar,” ujarnya. (jie)

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date