Angka Pernikahan Menurun

Kediri, Memo – Angka pernikahan di Kota Kediri mengalami penurunan di pertengahan tahun 2016 ini. Menurut data dari tiga KUA di Kota Kediri, hingga pertengahan tahun ini tercatat baru ada 675 pernikahan. Padahal di tahun 2014 dan 2015, di pertengahan tahun, angka pernikahan yang tercatat sudah mencapai 832 dan 816 pernikahan.

Abdus Somad menunjukkan buku nikah yang disimpan di KUA Kecamatan Kota (yudha/memo)
Abdus Somad menunjukkan buku nikah yang disimpan di KUA Kecamatan Kota (yudha/memo)

Abdus Somad, Kepala KUA Kecamatan Kota mengatakan, berkurangnya angka pernikahan di Kota Kediri ini juga bisa dilihat dari masih banyaknya sisa buku nikah sejak awal tahun 2016. Sampai Rabu (14/7), di Kecamatan Kota masih ada buku nikah sebanyak 731 pasang, di Kecamatan Pesantren sebanyak 725 pasang, dan di Kecamatan Mojoroto sebanyak 690 pasang. “Padahal biasanya kalau bulan syawal begini sudah ramai. Tapi ini ya masih sepi-sepi saja,” kata Abdus.

Pria berperawakan tinggi ini mengatakan, pasangan pengantin di Kota Kediri biasanya didominasi oleh warga Kecamatan Mojoroto. Wilayahnya yang luas dan jumlah penduduknya yang memiliki orientasi untuk segera menikah disebut sebagai salah satu faktor pendukungnya. “Berbeda dengan di daerah Pesantrean dan Kota, yang cenderung sedang atau malah sedikit,” ujarnya.

Abdus mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan sedikitnya angka pernikahan di Kecamatan Kota adalah, karena banyak warganya yang menunda pernikahan lantaran orientasi mereka bukan lagi pada hidup berkeluarga, namun karir dan bisnis. Di tahun 2014 dan 2015, usia 23 tahun untuk laki-laki dan 20 tahun untuk perempuan sudah banyak yang menikah.   Sedangkan di tahun 2016, rata-rata usia naik menjadi 24 tahun bagi laki-laki dan perempuan berkisar 21 sampai 23 tahun. “Memang ada anjuran agar tidak menikah dini, tapi ada faktor lainnya yang membuat perempuan menunda pernikahannya,” kata dia.

Ditemui di tempat terpisah, Sumedi, kepala BPPKP (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) mengatakan, faktor yang membuat rentan usia pernikahan menjadi lebih lama biasanya datang dari pihak wanita. Sekarang ini, banyak perempuan yang lebih memilih untuk bekerja dibandingkan menyegerakan menikah. “Ini juga yang jadi memperlambat dan menurunkan angka pernikahan. Karena ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan, perempuan jadi lebih memilih menunda pernikahannya,” ujarnya. (ela)

 

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date