Anggota Polantas Tulungagung Bekuk 4 Komplotan Rampok 

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com-Sebanyak empat komplotan perampok dengan modus pecah ban, Jumat (11/1) berhasil dibekuk oleh anggota Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung di depan Kampus IAIN Jl Major Sujadi Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru.

Keempatnya dibekuk seusai kepergok mencongkel sebuah pintu mobil pikap Isuzu Panther nomor AG 8473 RH yang berhenti di sebelah timur Markas Kafe di Jalan Soekano-Hatta.

Keempat pelaku adalah Rizky saputra (48) warga Perum Kahuripan Nirwana Village Blok AA2 No. 16 Sidoarjo, Budi Waluyo (50) warga Jl Nakula Dusun Tulusaya RT 05/RW 01 Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, Salman (40) warga Jl Urip Sumoharjo No 6 RT 01/RW 01 Desa/Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, dan Zainudin (52) warga Jl Teuku Umar Kelurahan Ujung Pandang Baru Kecamatan Taluk Kota Makasar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koranmemo.com, dari salah satu saksi yang juga sebagai anggota Polres Tulungagung Bripka Nanang Efendi mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya hendak pulang ke rumah untuk melakukan sholat Jum’at.

Kemudian setibanya di depan Markas Kafe, dirinya mendapati dua orang yang mencurigakan dimana satu pelaku naik Suzuki Satria FU nopol tidak diketahui, dan satunya sedang berusaha mencongkel pintu depan sebelah kanan mobil pikap Isuzu Panther AG 8473 RH. Padahal di sebelah kiri mobil tersebut terlihat seseorang yang sedang mengganti ban belakang.

“Saat saya mendekat, tiba-tiba orang tersebut langsung naik sepeda motor dan kabur ke arah barat,” katanya.

Nanang sapaan akrab Bripka Nanang Efendi melanjutkan, menurut keterangan korban Agustinus Santoso orang tersebut diduga hendak mengambil sejumlah uang yang baru diambilnya dari Bank Mandiri.

Mengetahui itu, dirinya langsung berupaya mengejar pelaku.

Dari kejauhan, tampak salah satu pelaku yang dibonceng Suzuki Satria bepindah posisi ke mobil KIA Picanto nopol W 1766 SO.

“Setibanya di SPBU Soekarno-Hatta, sepeda motor dan mobil tersebut berbalik arah ke timur. Saya tetap membuntutinya serta menghubungi anggota lain,” jelasnya.

Setibanya di simpang empat Gleduk, Nanang mengaku kehilangan jejak dari sepeda motor Suzuki Satria, namun dirinya masih membuntuti mobil KIA Picanto nopol W 1766 SO. Beberapa saat kemudian, mobil tersebut berhenti di masjid depan kampus IAIN.

Tak mau kecolongan, lima anggota Satlantas yang sudah berkoordinasi langsung membekuk keempatnya. “Terlihat salah satu pelaku sempat membuang barang bukti,” ujarnya.

Nanang menambahkan, setelah diamankan keempat pelaku langsung digelandang ke Mapolres untuk diserahkan ke unit Satreskrim Polres Tulungagung.

Sementara itu Kapolres AKBP Yong Ferrydjon melalui Kasubaghumas Iptu Sumaji membenarkan penangkapan tersebut dan saat ini kasus masih ditangani Satreskrim Polres Tulungagung. “Keempat pelaku dan barang bukti sudah diamankan,” katanya.

Sumaji melanjutkan, dari tangan keempatnya petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah mobil merk KIA Picanto W 1766 SO, dua buah kunci T, hp android, sebuah ban, dan beberapa paku. “Petugas masih melakukan penyelidikan, dan pemeriksaan, ditunggu saja,” pungkasnya.

Reporter : Yoppy Sandra W

Editor: Achmad Saichu

 

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz