Anggota DPRD dari F-Golkar Dipolisikan, Ada Apa ?

Tulungagung (koranmemo.com) – Anggota F-Golkar DPRD, Riyanah (46) warga Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu dilaporkan ke Polres Tulungagung pada Kamis (1/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Pelapornya, Supriyanto (53) warga Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat. Laporan tersebut terkait dengan dugaan penipuan dan penggelapan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Laporan sudah kami terima dengan nomor dalam LP/19/II/2018/Jatim/Res Tulungagung,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo, Jumat (2.2).

Menurutnya polisi masih melakukan penyelidikan. Dalam waktu dekat penyidik akan meminta keterangan baik kepada pelapor, saksi maupun terlapor. Yang jelas, semua laporan akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme aturan yang berlaku. “Setiap ada laporan pasti  ditangani,” kata Mustijat.

Terpisah, Farida (45), istri Supriyanto mengatakan awalnya suaminya bekerja sebagai karyawan honorer di kantor cabang pengairan Boyolangu sejak 2006. Karena sudah mengenal dengan Riyanah, akhirnya dirinya menemuinya. Ketika itu Riyanah menjanjikan bisa memasukkan menjadi PNS di Kantor Pengairan Tulungagung asalkan bisa membayar sejumlah uang. “Waktu itu mintanya Rp 50 juta,” katanya.

Farida melanjutkan, uang tersebut harus dilunasi manakala Surat Keputusan (SK) sudah diterima. Riyanah juga menjanjikan SK tersebut akan keluar setahun setelah memberikan uang muka awal.

Masih menurut Farida, pada Minggu (3/10/2010) dirinya menyerahkan uang muka sebesar Rp 6,5 juta kepada Riyanah di hotel Palem Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru. Karena sudah ditunggu selama setahun tak kunjung mendapatkan SK,  akhirnya dirinya memberikan uang sebesar Rp 6 kembali ke anggota F-Golkar pada Jum’at (7/10/2011) di rumahnya. Jadi total uang yang diberikan Rp 12,5 juta. “Bukti kwitansinya ada, masih saya simpan kok,” ujarnya.

Namun setelah ditunggu hingga setahun, atau tepatnya pada Minggu (7/10/2012) suaminya juga belum mendapatkan SK seperti yang dijanjikan. Bahkan Riyanah tidak memanggil suaminya atau sekedar menanyakan perkembangannya.

“Saya sempat mencarinya untuk menanyakan SK atau uang tersebut tapi dia susah ditemui,” ujarnya.

Farida menambahkan, karena merasa dirugikan akhirnya dirinya melaporkannya ke Polres Tulungagung.

Sementara itu Riyanah ketika dihubungi koranmemo.com melalui ponselnya mengaku tidak mengetahui jika dirinya dilaporkan ke Polres.

Ketika ditanya apakah mengenal pihak yang melaporkannya, Riyanah juga berupaya mengingat-ngingatnya.

“Siapa ya mas, rumahnya mana, coba saya ingat-ingat dulu” ujarnya.

Riyanah juga menyayangkan sikap pelapor yang langsung melaporkan kasus seperti ini kepada pihak kepolisian. Padahal semua pemasalahan masih bisa dibicarakan. “Saya tidak pernah kemana mana dan tidak pernah menghindar lo,” ungkapnya.

Riyanah curiga ada pihak lain dibelakang plapor yang ingin bermain politik dalam laporan ini. Menurutnya, laporan ini sengaja dibuat untuk menjatuhkan namanya menjelang pilkada 2018 dan pileg 2019.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.