Anak Pejabat Pemkot Blitar Jadi Korban Bom

Blitar, koranmemo.com – Bom bunuh diri yang meledak di Mapolrestabes Surabaya Senin (14/5) pagi, memakan beberapa korban. Mulai dari pelaku bom bunuh diri itu sendiri yang tewas, juga anggota polisi yang mengalami luka-luka akibat imbas serangan bom itu saat bertugas di pos penjagaan. Salah satu korban luka dari anggota polisi ini merupakan anak pejabat dari pemkot Blitar.

Salah satu korban diketahui bernama Bripda Ahmad Muaffan Alaufa atau Affan. Anggota kepolisian ini adalah anak Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, Juari.

“Iya anak saya ikut terkena ledakan di Polrestabes Surabaya,” jelasnya, Rabu (16/5).

Dirinya menjelaskan, dirinya mengetahui informasi anaknya jadi korban bom bunuh diri di Polrestabes Surbaya dari saudaranya yang bekerja di Polda Jatim. Begitu mengetahui hal tersebut, Juari sekeluarga langsung bertolak menuju ke Surabaya dari Kota Blitar.

“Ini anak saya sudah sadar, tapi belum boleh makan. Tadi juga sudah dijenguk Pak Kapolri, kebetulan saya pas ada di sana,” jelasnya.

Juari menerangkan saat peristiwa bom bunuh diri itu, anaknya tengah bertugas di pos penjagaan yang bertempat di pintu gerbang Polrestabes Surabaya. Ketika anaknya ikut memeriksa seseorang yang berkendara sepeda motor yang diduga pelaku teror bom, seketika itu bom meledak dan anaknya terpental akibat ledakan bom tersebut.  Akibatnya anaknya mengalami luka-luka. Saat ini anaknya dirawat di RS Bhayangkara Surabaya.

“Anak saya pas piket di penjagaan, jadi yang di video yang beredar itu adalah anak saya. Anak saya yang menyetop sepeda motor pelaku. Lalu meledak dan anak saya terpental,” tukasnya.

Anak Juari yang menjadi korban luka dari bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya ini bergabung ke Polri sejak tahun 2014. Sekarang ia bertugas di Polrestabes Surabaya.

“Minta doanya supaya anak saya cepat diberi kesembuhan,” sambung mantan Kabag Hukum Pemkot Blitar ini.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor : Della Cahaya P

Follow Untuk Berita Up to Date