Amankan Sabu dan Ratusan Dobel L

Blitar, koranmemo.com –  Sepanjang bulan November 2016, Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Blitar Kota berhasil mengamankan 9 tersangka kasus narkoba. Tujuh tersangka diantaranya berperan sebagai pengedar, sedangkan dua diantaranya berperan sebagai bandar narkoba. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti sabu seberat 10,23 gram dan 182 pil dobel L.

Informasi yang dihimpun Koran Memo, penangkapan 9 tersangka dilakukan di tempat yang berbeda. Ketiga tersangka yakni, Slamet Santoso (57) warga Jalan Kerantil no 1 RT 01/RW 06 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Yoga Asmara (27) warga Jalan Sumatra no 59 RT 1/RW 13 Kelurahan/Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, dan Ari Hartono (33) warga Jalan Nias no 35 RT 01/RW 02 Kelurahan/Kecamatan Sanan wetan Kota Blitar, ditangkap petugas di sebuah kontrakan milik Ari.

Sedangkan, 3 tersangka lainnnya yakni Kasiyanto (43) warga Jalan Kerantil gang IV no 4 RT 02/RW 03 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Arik Alifi (39) dan Simon Budianto (35) warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, diamankan petugas di Jalan Patimura Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

Tersangka lainnya yakni, Eko Mustaqim (41) warga Jalan Bali no 88-B RT 03/RW 04 Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, ditangkap petugas di Jalan Bali Kota Blitar. Untuk dua pengedar pil dobel L yakni Nurhadi (27) warga Jalan Kurma no 111 Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar diamankan petugas di utara Bong Cina Kelurahan Karangsari Kota Blitar, dan Udin Hermanto 927) warga Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Kasat Reskoba Polres Blitar Kota, Iptu Huwahila Wahyunuha mengatakan, penangkapan ini merupakan pengembangan dari pengedar yang sebelumnya tertangkap. Setelah dilakukan pengembangan petugas berhasil melacak keberadaan bandar narkoba. “Alhamdulillah kita bisa menangkap para tersangka narkoba hingga ke bandarnya. Diketahui dua bandar narkoba merupakan warga asal Tulungagung,”ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Untuk sistem pemesanan, Huwahila mengatakan mereka menggunakan sistem ranjau. Menurut keterangan para tersangka mereka menjual barang haram tersebut dengan harga Rp 1,3 juta. “Kemudian mereka menjual barang haram tersebut yakni sekitar Rp 1,5 juta. Setiap kali transaksi para tersangka mendapatkan keuntungan sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,”bebernya.

Sementara Simon, bandar narkoba asal Tulungagung mengatakan, dia sudah menekuni bisnis haram itu sejak 3 bulan silam. Simon mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang tidak dikenalnya melalui sitem ranjau. Pria yang mempunyai usaha toko itu mengaku, setiap kali transaksi mendapatkan untuk sekitar Rp 150 ribu. “Ini untuk tambahan saja mas. Setiap saya bertransaksi saya mendapatkan imbalan sekitar Rp 150 ribu. Nanti jika barangnya tidak habis saya kembalikan melalui sitem ranjau,”ujar Simon.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para bandar narkoba akan dijerat dengan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun pejara.(ase)

 

Follow Untuk Berita Up to Date