Akhir Tahun, Kapolres Lamongan Beber Capaian Penanganan Perkara 

Lamongan, koranmemo.com – Menjelang penutupan akhir tahun, Kapolres Lamongan membeber total perkara tindak pidana yang telah ditangani selama awal 2018 hingga menjelang pergantian tahun 2019, di ruang K3i, Senin (31/12/12) malam.

Dalam press realase yang dihadiri sejumlah awak media, AKBP Feby DP Hutagalung mengaku pihaknya telah berupaya maksimal dalam menjaga dan menekan angka tindak pidana di wilayah Kabupaten Lamongan selama satu tahun menjabat.

Dari total perkara yang dipaparkan saat itu, Feby menilai perkara tindak pidana penipuan masuk dalam rating tertinggi. Diantaranya perkara penipuan melalui online, short masage system (sms), penipuan dan penggelapan, kemudian kasus pelaku menyaru dengan modus tabrak adik.

“Dari pengungkapan perkara tersebut menjadi target atau pekerjaan rumah (PR) kami di tahun 2019 ini nanti, lantaran paling dominan (banyak) jumlahnya yakni 154 perkara,” tandas Feby sembari memberi penjelasan catatan perkara tindak pidana lain dengan menggunakan layar slide.

Menurutnya, dari catatan kriminalitas di tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017. “Angka tindak pidana yang dilaporkan ke Polres Lamongan di tahun 2017 sebanyak 566 perkara sedangkan yang selesai ditangani sebanyak 380 perkara,” ungkapnya.

Dari jumlah tindak pidana yang dilaporkan ke Polres Lamongan, selama tahun 2018 sebanyak 150 perkara tambahan. Jadi, tambah dia, setiap harinya ada 2 kejadian tindak pidana yang dilaporkan. Setiap dua belas jam,  masuk satu tindak pidana yang dilaporkan. Tercatat, ada beberapa perkara diantaranya pencurian dengan pemberatan.

Pada tahun 2017 terdapat 90 perkara, pada  tahun 2018 menurun menjadi 79 perkara. Kemudian kasus pencurian kendaraan bermotor, mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 terdapat 42 perkara menjadi 62 perkara di tahun 2018.

Sedangkan dalam kasus narkotika, Feby menyebut bahwa ada peningkatan penanganan perkara pada tahun 2018. Dari 57 perkara di tahun 2017 meningkat menjadi 72 perkara di tahun 2018. Dari situ, sebut dia, petugas berhasil meringkus 104 tersangka.

Ditambahkannya, dalam kasus lalu lintas, masyarakat dinilai sudah mengalami perubahan lebih baik. Itu terungkap ketika jumlah pelanggaran dengan tidak menggunakan helm sudah menurun. “Hal itu diikuti pula dengan perkara laka lantas yang mengalami penurunan pada tahun ini. Semula ada 934 perkara menjadi 921 perkara. Kemudian korban meninggal dunia mengalami penurunan,” tutur Feby.

Sementara itu, disebutkan pula  Polres hingga kini dan kedepan terus melakukan upaya premetif di beberapa lokasi di Lamongan yang dianggap rawan akan tindak pidana. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka menjaga kamtibmas aman dan kondusif.

Beberapa botol dan jirigen berisi ribuan liter arak, towak maupun minuman beralkohol juga disita dari tangan produsen. “Kami ingin di malam tahun baru  masyarakat bisa kondusif merayakannya tanpa terpengaruh minuman keras,” imbuhnya.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date