Ajang Silaturahmi dan Tukar Pikiran

Rembug Akbar Warga Peduli Aids se-Kota Kediri

Kediri, koranmemo.com – Adanya virus HIV atau Aids yang sampai saat ini masih belum ada obatnya tentu harus ada peran dari berbagai pihak untuk mencegahnya semakin meluas. Untuk membahas bagaimana kendala pencegahan dan cara mengatasinya Pemerintah Kota Kediri melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) mengadakan Rembug Akbar Warga Peduli Aids (WPA) se-Kota Kediri, di Ruang Joyoboyo, Kamis (8/11).

Sebelum dibukanya kegiatan, Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kota Kediri, Ardi Handoko mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk silaturahmi antar anggota, komunitas, dan sukarelawan HIV atau Aids. “Acara ini juga bertujuan untuk melakukan evaluasi serta mencari solusi mengenai bagaimana cara pencegahan HIV dan Aids. Selain itu di Rembuk Akbar ini juga menjadi evaluasi bagaimana sinergi antara WPA dengan WPA, Pemerintah, dan para pemangku kebijakan,” jelasnya di hadapan 250 peserta.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kediri, Budwi Sunu menambahkan, selama 2003 sampai 2018 ada seribu lebih. Kendati demikian penderita tidak hanya dari Kota Kediri saja, sebagian merupakan warga dari daerah lain.

“Ini yang ditemukan, saya tidak bisa banyaknya bagaimana yang tidak ketahuan atau tidak pernah melakukan tes HIV. Jika HIV memiliki obat dan bisa disembuhkan tidak apa-apa nanti pasti sembuh, tapi ini tidak. Sehingga penanganan tidak semata-mata hanya memberikan obat pada yang bersangkutan tetapi juga memberikan motivasi pada penderita,” ujarnya.

Menurutnya kondisi mental orang dengan HIV atau Aids (ODA) lebih menjadi perhatian jika telah ditemukan. Karena banyak dari ODA ini akan sangat terpukul dan kehilangan harapan hidup ketika mengetahui dirinya positif HIV. Padahal masih ada harapan untuk tetap berjuang dan bertahan melawan virus tersebut.

Maka dari itu dia berharap agar rembug akbar ini dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan dengan saling bertukar pikiran. Dan dengan adanya penemuan-penemuan terjangkitnya HIV atau Aids, dapat mencegah perluasan penyakit yang menular melalui suntikan, dan seks bebas ini.

“Saya apresiasi tugas baik ini untuk menolong. mudah-mudahan kegiatan ini sukses dan ada masukan-masukan atau solusi bagi WPA dan Kota Kediri,” tutupnya sekaligus membuka kegiatan kali itu.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran logo WPA dengan penyerahan secara simbolis kepada Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kota Kediri, Suhartono. Setelah itu, dipimpin oleh Sekretaris KPAD diskusi bersama anggota WPA dilangsungkan. (adv/pemkotkediri)

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date