75 Persen SMK Perlu Peningkatan Sarpras Bengkel

Kediri, koranmemo.com – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kota dan Kabupaten Kediri menilai, sarana prasarana (sarpras) bengkel di SMK perlu ditingkatkan. Setidaknya hampir 75 persen dari 74 SMK Negeri dan swasta baik di Kota maupun Kabupaten Kediri, perlengkapan sarpras bengkel masih belum lengkap.

Kasi SMK Cabdindik Provinsi Jawa Timur wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, Sidik Purnomo menjelaskan, penilaian tersebut setelah ada kunjungan dari mobil pelayanan pelatihan keliling SMK dari UPT Pelayanan dan Pengembangan Pendidikan Kejuruan, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur. Kunjungan tersebut mulai tanggal 29 Juli sampai 3 Agustus lalu.

Mobil pelayanan pelatihan keliling SMK tersebut, menyasar sekolah yang dinilai sarpras bengkel masih belum lengkap. Dalam kunjungan tersebut, siswa mendapat materi untuk menggunakan peralatan bengkel mulai teori, praktik, sampai tes sertifikasi kejuruan. “Memang untuk SMK masih ada yang belum lengkap untuk sarpras bengkel, sebagian besar berada di daerah kabupaten, apalagi yang ada di daerah perbatasan atau terluar,” ucapnya, Rabu (14/8).

Menurut Sidik, ada 75 persen dari 51 SMK di kabupaten yang belum mempunyai perlengkapan bengkel, seperti bengkel kendaraan ringan dan berat. Untuk beberapa mesin memang sekolah tidak bisa mempunyai tanpa campur tangan pemerintah, karena harga mesin yang cukup mahal. Sementara ini, siswa yang ingin melakukan praktik di bengkel, bisa melakukan praktik di sekolah lain.

Padahal untuk meningkatkan sarpras, lanjutnya, pihak sekolah sudah tidak perlu membuat prosposal terlebih dahulu jika ingin memperoleh bantuan. Sekolah bisa mengajukan melalui Dapodikdasmen melalui sistem dalam jaringan (daring). “Sebenarnya untuk pengadaan sekarang lebih mudah, karena bisa melalui website Dapodikdasmen dengan langkah awal up date data, mulai peserta didik, sarpras, dan lainnya,” imbuhnya.

Dengan melakukan up date (pembaruan) data, sambungnya, akan diketahui sarpras apa saja yang belum dimiliki oleh sekolah. Pasalnya, sarpras sangat penting untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM), terlebih lagi peralatan bengkel yang digunakan praktik siswa. Jika sekolah belum mempunyai perlengkapan yang memadai, dikhawatirkan proses KBM kurang maksimal.

Sidik berharap, sekolah lebih memperhatikan pembaruan data sekolah sehingga kekurangan sarpras bisa dipenuhi. Dengan demikian, siswa tidak perlu lagi ke sekolah lain untuk melakukan praktik sesuai jurusan masing-masing. “Untuk jurusan Teknik Jaringan Komputer (TKJ), Alhamdulillah sudah sesuai. Karena Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sudah mencapai 100 persen,” imbuhnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date