7 Desa Diterjang Longsor: Puluhan Rumah, Jalan dan Jembatan Rusak 

Trenggalek, koranmemo.com – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Trenggalek, Rabu (5/12). Berdasarkan Pantauan koranmemo.com, tanah longsor itu terjadi di belasan titik, tepatnya terjadi di tujuh desa masuk wilayah Kecamatan Panggul dan Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. Sedikitnya 10 rumah, jembatan dan jalan dilaporkan mengalami kerusakan.

Kasubbag humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Agus Wiyono mengatakan, lokasi longsor terjadi di tujuh desa. Diantaranya adalah Desa Nglebeng dan Terbis Kecamatan Panggul, Desa Tawing, Karangturi, Masaran, Ngulungkulon dan Desa Craken Kecamatan Munjungan.

“Untuk di Desa Nglebeng ada lima rumah yang tertimpa longsor, kemudian Terbis satu rumah. Sedangkan di wilayah di Desa Masaran satu rumah, Ngulungkulon satu rumah, Karangturi satu rumah dan Tawing satu jembatan rusak,” ujarnya.

Sementara itu di Desa Craken, longsor mengakibatkan jalur utama antar kecamatan yang menghubungkan Munjungan dengan Panggul terganggu. Badan jalan sepanjang 50 meter ambrol. Selain itu akses jalan menuju Pantai Ngadipuro juga longsor sepanjang 20 meter. “Tepatnya di petak 219 jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Munjungan dengan Kecamatan Panggul, dengan panjang 50 meter, tinggi 10 meter dan ketebalan 4 meter,” jelasnya.

Bencana tanah longsor yang terjadi di dua kecamatan tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan. Sejak Selasa (4/12) sekitar pukul 16.00 hingga pukul 04.00 WIB, wilayah Kecamatan Munjungan diguyur hujan. Sementara dihari yang sama di Kecamatan Panggul diguyur hujan sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.

“Terkait kondisi tersebut, TRC (Tim Reaksi Cepat) dari BPBD Trenggalek bersama aparat TNI, kepolisian sudah melakukan peninjauan di lokasi kejadian dan membantu warga untuk membersihkan material longsor,” kata Agus.

Agus memastikan, dampak kerusakan rumah akibat tanah longsor sporadis tersebut tidak sampai berat, sehingga rumah-rumah yang tertimpa material longsor masih bisa ditempati oleh pemiliknya. “Rata-rata yang hancur bagian dapur dan tembok belakang, karena biasanya rumah di wilayah pegunungan itu belakangnya adalah tebing. Kemudian untuk jalan yang longsor sudah dipasang peringatan dan rambu,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date