5 Tahun Buta, Tak Ada yang Peduli

Nganjuk, koranmemo.com Nasib Parni (65) warga RT 01/RW 1 Dusun Karangasem Desa Balongpacul Kecamatan Nganjuk ini hidup sebatangkara setelah ditinggal suaminya nikah lagi. Mirisnya, dia ditinggal suaminya di saat mengalami kebutaan karena katarak.

“Saya hidup sendirian di rumah. Setiap hari diurus sama Rio anak tetangga. Ya ibuknya Rio ini yang selalu memberi uang kepada saya,” ucap Partini saat ditemui koranmemo.com di GOR Bung Karno Nganjuk, Senin (10/7) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Bukan hanya itu, rumahnya yang reot dan sempat roboh pun juga masih terbengkalai. Beruntung beberapa bulan lalu ada sekelompok komunitas motor yang membantu merehab rumahnya. “Dari desa tidak ada bantuan,” katanya polos.

Penyakit katarak yang dideritanya ini pernah diobatkan ke Madiun. Namun tak kunjung sembuh hingga hari ini. Pengobatan itu pun ditanggungnya sendiri, karena dia tidak punya BPJS Kesehatan dari pemerintah.

“Saya dapat kompensasi tol Rp 85 juta, tapi hanya diberi Rp 20 juta, sisanya dibawa pergi suami. Padahal itu tanah warisan dari bapak saya,” ungkapnya.

Kedatangan Parni ke GOR Bung Karno ini untuk memenuhi undangan Polres Nganjuk yang akan membiayainya operasi katarak. Selain itu juga enerima bingkisan. “Besuk saya diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara, tanggal 14 Juli baru dioperasi. Semua dibiayai Polres Nganjuk,” tuturnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.