5 Ekor Kerbau Mendadak Mati, ini Penyebabnya 

Nganjuk, koranmemo.com – Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Nganjuk sebelah utara, tepatnya di wilayah Kecamatan Ngluyu, Senin (10/11/2018) sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB, membuat debit air meningkat. Akibatnya, air sungai meluap.

Meluapnya air sungai terutama di dalam hutan, sedikitnya menewaskan 5 ekor kerbau dari 40 ekor kerbau milik Pakis (50) petani asal Dusun Cabean Desa Sugihwaras Kecamatan Ngluyu. Kejadian ini diketahui Pakis pagi tadi, Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.

“Kerbau milik Pakis itu berjumlah 40 ekor dan setiap hari dikandangkan di dalam hutan dekat dengan aliran sungai petak 225 RPH Ngluyu BKPH Wengkal Perhutani KPH Nganjuk,” ujar AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk kepada koranmemo.com.

Dikatakan, memang sudah menjadi kebiasaan warga Kecamatan Ngluyu jika ternaknya tidak dikandangkan di rumah. Pasalnya, dengan dikandangkan di dalam hutan, sapi ataupun kerbau mereka akan bebas mencari makan.

“Kami himbau kepada para petani yang ternaknya dikandangkan di hutan agar dibawa pulang dan dikandangkan di rumah saja. Selain rawan tindak kriminalitas, dimungkinkan ternak bisa mati akibat banjir,” papar Sudarman.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date