40 Hari Buron, Duda Ditangkap

Tulungagung, koranmemo.com – Sofyan Saifudin (25) alias Ague Cemplon warga Dusun Tanjung Desa Kromasan Kecamatan Ngunut tak berkutik saat anggota Polsek Ngunut mengamankannya di rumahnya. Pasalnya, duda yang menjadi buron selama 40 hari tersebut diduga mencuri handphone (hp) merk Fortis milik Syamsoeldin (59) warga Lingkungan 9 Desa/Kecamatan Ngunut.

“Tersangka diamankan pada Kamis (1/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ini tersangka dititipkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas IIB Tulungagung,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Panitreskrim Polsek Ngunut Ipda Pamuji, Jumat (2/3).

Dijelaskan, kasus pencurian tersebut bermula saat tersangka ke rumah korban pada Selasa (23/1) sekitar pukul 19.30 WIB. Namun ketika itu, tersangka tidak bertemu korban, melainkan bertemu anak korban yang bernama Erlina Agustina Mahardika.

“Tersangka meminta Erlina untuk menelponkan bapaknya, karena tidak punya pulsa akhirnya Erlina membeli pulsa. Nah, saat itulah hp tersebut ditinggal di atas meja tamu,” jelasnya.

Dilanjutkan, saat Erlina kembali ke rumah ternyata hpnya sudah tidak ada di tempatnya. Ketika dihubungi ternyata sudah tidak tersambung.

“Merasa dirugikan, akhirnya korban langsung melaporkannya ke Polsek Ngunut,” terangnya.

Saat petugas melakukan penyelidikan lanjutnya, ternyata tersangka sudah tidak berada di rumah. Kemudian pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk membujuk korban.

“Kita sering berkomunikasi, agar tersangka menyerahkan diri,” imbuhnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mengambil hp tersebut untuk dipakai sendiri. Dan selama pelarian, tersangka mengaku berada di Kabupaten Nganjuk. “Jadi di Nganjuk tersangka berpindah-pindah tempat,” katanya.

Tersangka juga mengaku sangat menyesali perbuatannya. Dirinya tidak menyangka akibat perbuatannya ini bisa berujung bui.

Pamuji menambahkan, kini kasus tersebut sudah selesai penyidikannya. Saat ini petugas tengah mempersiapkan berkas-berkas untuk pelimpahan ke kejaksaan. Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke e KUHP dengan amcaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date