37.750 Keping KTP-el Dibakar Dispendukcapil Kabupaten Trenggalek

Trenggalek, koranmemo.com – Sebanyak 37.750 keping kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dimusnahkan oleh kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Trenggalek. Pemusnahan KTP-el dengan cara dibakar itu merupakan tindak lanjut surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 470.13/11176/SJ tentang penatausahaan KTP-el yang rusak atau invalid tertanggal 13 Desember 2018.

Sebelumnya, pasca mendapatkan edaran dari Mendagri itu, Dispendukcapil Kabupaten Trenggalek telah melakukan pemusnahan KTP-el yang rusak atau invalid sebanyak 1.500 keping. Pemusnahan itu dilakukan serentak oleh Dispendukcapil di seluruh Indonesia. “Tahap pertama kami musnahkan 1.500 keping KTP-el yang rusak atau invalid,” ujar Anang Dwi Cahyono, Sekretaris Dinas Dispendukcapil Kabupaten Trenggalek, Kamis (20/12).

Pemusnahan KTP-el yang rusak atau invalid di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Trenggalek, Kamis (20/12) ini merupakan pemusnahan KTP el tahap ke lima. Sebelumnya, Dispendukcapil telah memusnahkan KTP el yang rusak atau invalid sebanyak 37.750 keping. “Tahap kedua 7.600, tahap ketiga 6.100, tahap keempat 7.200 keping. Totalnya untuk saat ini sudah 37.750 keping. Nantinya untuk pemusnahan ini akan dilakukan harian. Kalau hari ini sebanyak 15.350 keping KTP el yang dimusnahkan,” jelasnya.

KTP el yang rusak atau invalid itu, lanjut Anang disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah adanya perubahan data masyarakat hingga kerusakan fisik KTP-el tersebut. Selain faktor efisiensi penyimpanan, pemusnahan puluhan ribu  KTP-el yang rusak itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung. “Banyak faktor misalnya ubah data dari belum kawin menjadi kawin, hingga KTP-el itu sudah rusak. Kalau disimpan, juga mungkin bingung juga nyimpannya. Setelah ada SE itu kami lakukan pemusnahan dengan cara dibakar. Kalau untuk antisipasi, sebelumnya telah kami potong sebelum ada SE ini,” kata Anang.

Hingga saat ini, setidaknya terhadap sembilan Kabupaten atau Kota di Jawa Timur yang belum melakukan pemusnahan KTP-el yang invalid maupun rusak. Menurutnya, sembilan daerah yang belum memusnahkan KTP-el yang invalid atau rusak itu masih terkendala banyak hal. “Mungkin kebijakannya (kepala daerah,red) berbeda-beda. Ada yang masih menunggu persetujuan kepala daerah, kadisnya, dan lain sebagainya. ”Informasi yang kami terima seperti itu,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date