Korupsi Cenderung Naik, Kejari Serius Tangani Kasus

Trenggalek, koranmemo.com – Di penghujung akhir tahun 2017 , Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek mencatat penanganan  beberapa kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Trenggalek. Ada kecenderungan kenaikan jumlah kasus korupsi yang ditangani dari tahun sebelumnya.

Sebanyak 6 kasus korupsi telah diseleseikan lembaga negara yang berwenang melakukan penuntutan dan pengungkapan kasus-kasus tindak pidana korupsi ini. Termasuk kasus yang terbesar kerugian negaranya yakni kasus kredit fiktif di BPR Jatim Cabang Trenggalek sebesar Rp 4,9 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Trenggalek, Umaryadi, melalui Kepala Seksi (kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Yusup Hadiyanto, mengatakan pihaknya serius menangani kasus korupsi di Kabupaten Trenggalek sepanjang tahun.

Sementara untuk tahun 2017 ini ada peningkatan kasus korupsi yang ditanganinya baik dalam jumlah kasusnya maupun dari jumlah kerugian negaranya. “Kita sidik, lalu kami lakukan tuntutan untuk 6 kasus,” ucapnya, Senin, (18/12) di Trenggalek.

Dilanjutkannya,  dari keenam kasus itu , penyumbang kerugian negara terbesar adalah di kasus korupsi penyalahgunaan realisasi kredit fiktif di Kantor Kas Karangan BPR Jatim Cabang Trenggalek. “Kerugiannya sebesar Rp 4,9 miliar,” lanjutnya.

Kasus itu telah menyeret nama Nur Muhammad, SE dan Edi Sutrisno, SE sebagai tersangka. Keduanya tercatat sebagai Kepala kantor Kas dan mantri lapangan BPR Jatim.

“Keduanya melakukan kecurangan keuangan dengan modus nasabah yang meminjam uang tetapi nasabah tersebut fiktif sejak 2010-2012,” ungkapnya.

Sementara pada kasus yang lain , Kejari Trenggalek juga telah menuntut Gathot Purwanto mantan Direktur Unit Pengelola Usaha Daerah (UPUD) milik Pemkab Trenggalek dalam kasus penyimpangan dana penyertaan modal sebesar Rp 1 miliar.

“ Gathot Purwanto juga sedang kita tuntut di kasus yang lain walapun kini sedang menjalani hukuman atas kasusnya yang terdahulu,” tuturnya.

Untuk kasus tindak pidana korupsi dengan modus uang konsultasi dalam program Prona tahun 2017 di Desa Sumberdadi Kecamatan Trenggalek, pihaknya telah menetapkan tersangka dan menuntut Sutaji bin harjo sebagai terdakwa.

“Kasus pungli di Prona juga kita lakukan penuntutan,” tandasnya.

Untuk kasus UPPO kelompok tani Suka Maju Desa Puru Kecamatan Suruh, pihaknya telah melimpahkan dan kini sedang digelar sidang oleh Pengadilan Negeri Trenggalek dengan terdakwa Rohadi bin Sukarno.

“Kasus pupuk juga telah dilakukan persidangan,” pungkasnya

Reporter : Suparni PB

Editor : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.