30 Kasus Belum P 21, Kapolres Sidoarjo Minta Tahun Depan Rampung

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Kasus ketahanan pangan yang ditangani Satreskrim Polresta Sidoarjo, mendapat atensi Kapolresta Sidoarjo di ujung tahun 2017 ini. Dari

30 kasus yang ditangani dengan rincian sebanyak 3 kasus proses penyelidikan (lidik) dan 27 kasus penyidikan (sidik), sehingga  tidak satupun kasus yang berstatus P-21 atau berkas dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, ketika ditanya wartawan tertait perkara itu,  mengaku masih dalam proses. “Ini (perkara) menjadi atensi kami bulan Januari segera diselesaikan,” ujarnya, ketika melakukan Press Rilis Polresta Sidoarjo 2017, Sabtu (30/12).

Kasi Pidana Umum Kejari Sidoarjo I Wayan Sumertayasa ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya mengaku pihaknya memang masih belum menerima berkas tersebut. “Masih belum kok, belum nerima,” ujarnya singkat.

Dari 30 kasus Satreskrim Polresta Sidoarjo, tersebut diantaranya penggerebekan home industri yang tidak memiliki izin serta tidak bersertifikat SNI bahkan memiliki kadar yodium yang kurang dan diragukan yang berlokasi di Dusun Kasian dan Dusun Ngemplak Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, pada pertengahan bulan Mei lalu.

Dari hasil penggerebekan, empat tersangka berhasil diamankan, yakni Imam dan Subagiyo warga Dusun Ngemplak, Desa Wonokasian, Mohammad Khamdan dan Siti Khoirotin warga Dusun Kasian RT 06 RW 02, Desa Wonokasian, Sidoarjo.

Dari keterangan yang ada, garam industri rumahan yang beromzet Rp 2,5 Milar per tahun tersebut rata-rata sudah berdiri selama 2 tahun. Dan telah dipasarkan di daerah Jawa Timur yakni di Probolinggo, Jombang, Trenggalek, Nganjuk dan Kota besar di Jawa Timur lainnya.

Bukan hanya itu, dua tempat pengolahan makanan ringan di Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon dan Desa Kandangan Timur, Kecamatan Krembung, diungkap pada bulan Juni silam.

Kasus pengolahan bahan bekas dari sosis, pentol, cireng, siomay, bakso tahu, dorayoki, basgor dan bakso kribo itu juga mengamankan 8 pegawai yakni YN (32), JN (31), MS (30),MU (28), NA (29), MU (34), AY (35) dan BD (36). Mereka warga Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon.

Seperti diketahui selama 2017, Polresta Sidoarjo berhasil melakukan sejumlah tindakan secara Preemtif sebanyak 77.358 dan tindakan Preventif sebanyak 78.818.

Dari jumlah tersebut, Polresta Sidoarjo mempunyai catatan kenaikan penyelesaian perkara selama tahun 2017 sebanyak 1.728 atau 83% dari nilai 2.059 laporan yang ada.

Total tindakan kriminal di wilayah hukum Sidoarjo sebanyak 2.059 kadus dan mampu ditangani sebanyak 1.728 kasus

Terkait perkara Lalu Lintas di tahun 2017, tindakan penilangan sebesar 88.145 dan 20.915 teguran. Hal ini terjadi peningkatan pada jumlah pelanggaran lalu lintas, yakni sebanyak 53.268 pelanggar jika dipresentasikan, meningkat sebanyak 152%.

Selain itu, sebanyak 642 kasus diungkap oleh satuan Narkoba di Polresta Sidoarjo dengan jumlah 701 penetapan status sebagai tersangka.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz