30 Ha Sawah Rusak

Blitar, Koran Memo – Jebolnya tanggul sepanjang 25 meter di area Sungai Ngunut Kecamatan Sutojayan yang membuat pemukiman di 3 desa di kecamatan itu terendam juga berdampak terhadap sektor pertanian. Sebanyak 30 hektare sawah padi akibat banjir.

Area persawahan yang dipastikan gagal panen (arief/memo)
Area persawahan yang dipastikan gagal panen (arief/memo)

Dari pantauan Koran Memo di lokasi, sampai saat ini banjir masih menggenangi pemukiman warga. Bahkan saat warga mulai melakukan pembersihan di rumahnya hujan turun lagi dengan deras sehingga upaya warga membersihkan rumah menjadi sia – sia.

Kepala Kelurahan Sutojayan, Sugeng SPd mengatakan sampai saat ini untuk lahan pertanian yang terendam banjir masih dilakukan pengecekan. Tapi berdasarkan pantauan awal diperkirakan sekitar 30 hektare lahan yang terendam banjir, 5 hektare gagal panen, dan 25 hektare lahan yang terendam mayoritas padi yang baru berumur 30 hari. “Setelah kami melakukan pengecekan dan pemantauan sekitar 30 hektare tanaman padi dapat dikatakan gagal panen,” terangnya.

Menurut Eko, jika air segera surut maka kerusakan bisa dihindari tetapi jika kondisi bajir semakin parah maka kerusakan lahan tidak bisa dihindari. Sugeng mengaku pihaknya tidak bisa memprediksi jumlah total kerusakan karena banjir juga belum sepenuhnya teratasi. Sampai saat ini pihaknya tengah berkordinasi dengan dinas pertanian untuk memantau terlebih dahulu kerusakan yang terjadi akibat banjir di Kecamatan Sutojayan.(rif)

Follow Untuk Berita Up to Date