3 Hari Nihil, Tim SAR Menyerah, Minggu (9/4) Pencarian Dihentikan

Ponorogo, Koranmemo.com – Sulitnya menemukan ke 25 korban tewas  tertimbun Longsor di Dukuh Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung, hingga hari ke-7, membuat Tim SAR menyerah. Bahkan akibat sulitnya medan dan cuaca yang berubah-ubah selama proses pencarian, evakuasi korban dihentikan pada Minggu (9/4) besok.

Keputusan ini diambil, selain masa tanggap bencana hanya 7 hari. Tebalnya timbunan lumpur, serta sulitnya mendeteksi posisi korban, menjadi faktor dihentikanya proses evakuasi ke 25 korban yang hingga kini belum ditemukan Tim SAR.

Kapolsek Pulung AKP Deny Fahrudianto mengatakan, proses evakuasi korban disepakati akan dihentikan besok Minggu. Selain kondisi jasad telah membusuk, sebaran longsoran yang mencapai 2 kilo meter membuat sulit proses pencarian korban.
” Ini sudah hari ke tujuh, tapi kita kembali nihil dalam menemukan korban, informasinya proses evakuasi ini akan dihentikan pada besok Minggu,”ujarnya. Jumat(7/4).

Deny mengungkapkan, seluruh keluarga korban tewas mengaku telah pasrah jika keluarga mereka yang tertimbun tidak berhasil ditemukan. Tidak hanya itu, seluruh personil Tim SAR dan relawan juga akan ditarik dari lokasi longsor.
” Keluarga juga sudah pasrah dan iklhas. Ini tinggal pihak Pemda, apakah masih dibutuhkan perpanjangan atau tidak, karena masa tanggap bencana hanya 7 hari,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, hingga hari ke-tujuh proses evakuasi baru 3 dari 28 korban berhasil diangkat dari dalam longsoran gunung Gedhe. Mereka: Katmi (60), Iwan (28) dan Sunadi (45) warga Rt 3 Rw 1 Dukuh Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung.

Reporter : Zainul Rohman
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.