3 Catatan Tentang Pembukaan Piala Dunia 2018.

Rusia, koranmemo.com – Perhelatan olah raga terakbar di muka bumi ini. Hanya tinggal menghitung. Tim negara peserta sudah mulai berdatangan guna menyambut upacara pembukaan pada Kamis, 14 Juni 2018.

Berbagai media khususnya televisi yang mempunyai hak siar Piala Dunia 2018 sudah mempersiakan untuk tayangan langsung selama 30 menit sebelum pertandingan pembuka antara Rusia melawan Arab Saudi.

Dalam acara ceromonial pembukaan sebagai tolak ukur penilaian akan kesiapan tuan rumah dalam menggelar perhelatan sepak bola akbar empat tahunan ini, ada tiga catatan yang mesti kita ketahui tentang pembukaan Piala Dunia 2018.

1. Upacara Pembukaan di Stadion Luzhniki, Moskow

Stadion Luzhniki, Moskow, sudah mengalami renovasi sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1976-1979, 1996-1997 dan 2013-2017. Dalam coretan sejarah stadion ini menjadi saksi ketika Manchester United berhasil membawa pulang trofi Liga Champion pada tahun 2008.

Stadion yang bisa menampung sekitar 81 ribu penonton ini akan dilakukan sebagai tempat pertandingan perdana dan pertandingan final yang direncanakan berlangsung pada tanggal 15 Juli 2018

2. Hadirkan 500 penari dan pesta kembang api.

Dalam pembukaan nanti banyak kritisi mengisyaratkan upacara pembukaan yang akan dimeriahkan sebanyak 500 penari, pesenam dan atlet trampolin ini tidak akan semeriah dan semewah Piala Dunia 2014 di Brazil.

Artis-artis papan atas yang bakal hadir salah satunya penyani opera asal Spanyol Placido Domingo dan Juan Diego Flores dari Amarika Selatan. Sementara penutupnya dalam serangkaian pembukaan akan dimeriahkan Pesta Kembang Api.

3. Beberapa negara ingin memboikot upacara pembukaan Piala Dunia yang ke 21  ternyata tidak berjalan dengan mulus. Dua Negara sudah memastikan yakni  Inggris dan Australia.

Bentuk boikotnya bukan tidak mengirim timnas mereka tetapi dua negara tersebut tidak akan mengirimkan delegasi pejabatnya pada acara pembukaan. Adapun alasan boikot mereka, menyusul kebijakan luar negeri Rusia yang dianggap telah melanggar HAM dengan menganeksasi Krimea, Ukraina.

Dari berbagai sumber

Editor: Bambang Iswahyudi

Follow Untuk Berita Up to Date