3 Begal Ditembak, 2 Diantaranya Kakak Beradik

Lamongan, koranmemo.com – Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan berhasil membekuk 3 begal (penjambretan disertai kekerasan, red), dua diantaranya kakak beradik, ketiganya warga Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi Lamongan. Mereka terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat saat Press Releas menyebutkan,  ketiga pelaku penjambretan masing-masing inisial MPM (22), MES (24) dan MS (21) adalah, dua diantaranya kakak beradik MES sama MS.Kaka beradik ini kata Kapolres Lamongan, melakukan aksinya dengan cara bergoncengan dan bergantian sebagai joki. “Kedua kakak beradik ini melakukan aksinya dengan sasaran perempuan dan anak sekolah,” terangnya, Senin (12/8/2019).

Dikatakan, mereka dalam berkasi tidak segan-segan melukai korban nya  Saat beraksi mereka di pengawasan MPM alias Yahya yang juga residivis tahun 2016 dengan kasus yang sama. “MPM ini selain residivis ia juga selalu mengawasi dua pelaku lainnya yang melakukan penjambretan, istilahnya yang mengomando pelaku kakak beradik intu” ungkapnya.

Pelaku kata Feby, mengaku pernah melakukan aksi sebanyak empat kali yaitu di jalan baru Made Kecamatan Lamongan, depan SPBU Surabayan, Sukodadi, jalan Kombespol M.Duryat Lamongan, dan satu di jalan raya kalitengah, Kecamatan Kalitengah

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan dua unit sepeda motor Honda Vario 125, dan Satria yang digunakan untuk operasi, 3 handphone, satu nota pembelian handphone, uang Rp 650 ribu, hand jaket, switer jean. “Barang bukti semua sudah kita amankan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam penyidikan pelaku mengakui hasil dari aksi kejahatan itu, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan juga untuk berjudi. “Selain untuk kebutuhan sehari-harinya, hasil kejahatannya digunakan untuk judi,” terangnya tanpa menyebut judi yang dimaksud.

Karena itu tambahnya, aksi yang dilakukan oleh ketiga pelaku ini masuk kategori cukup meresahkan bagi masyarakat Lamongan, maka pelaku akan diancam hukuman maksimal 9 tahun penjara seperti yang disebutkan dalam pasal 365 KUHP.

Selain itu, Polisi akan terus mengembangkan hasil penangkapan 3 pelaku ini, karena diduga pelaku melakukan aksi penjambretan ini ada jaringannya. “Kita terus dalami kasus ini,” akunya.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date