21 Siswa SDN Manduro 2 Keracunan

Ambil Sampel Makanan dari Kantin

 

Mojokerto, koranmemo.com –  Pasca gejala keracunan massal di SDN Manduro 2 Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/1), kepolisian setempat mengaku telah mengambil sampel makanan dari salah satu kantin. Makanan yang diambil sama dengan yang dikonsumsi puluhan pelajar saat jam istirahat.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro, AKP Iwan Setiawan mengatakan, sampel makanan diambil dari kantin SDN Manduro 2 yang dikelola Sumarmi. “Pengambilan sampel sudah, dari Dinas Kesehatan membawa sampel untuk diuji laboratorium,” kata Iwan kepada wartawan, Jumat (6/1).

Iwan menjelaskan, sampel yang diambil meliputi nasi putih, bumbu pecel, telur goreng, kuah soto, ayam goreng, dan roti. Menurut dia, sampel roti turut diambil lantaran sebelum 21 murid mengalami gejala keracunan, mereka sempat makan roti yang dibagikan para guru saat istighosah di sekolah. “Untuk hasil uji laboratorium nanti yang tahu Dinas Kesehatan, kami hanya ambil sampel,” ujar Iwan.

Masih kata Iwan, murid SDN Manduro 2 yang mengalami gejala keracunan 21 anak. Dari jumlah itu, 2 korban masih dirawat di RS Dharma Husada, 10 di Puskesmas Manduro Manggung Gajah, sedangkan 9 lainnya diizinkan pulang karena kondisinya telah membaik.

“Kami belum bisa pastikan penyebab keracunan, informasi dari para saksi dari soto dan nasi pecel yang dibeli korban di kantin Bu Sumarmi. Kami belum memintai keterangan yang bersangkutan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak  21 siswa SDN Manduro 2 Kecamatan Ngoro, mengalami gejala keracunan, Kamis (5/1). Puluhan bocah itu diduga keracunan makanan nasi pecel dan soto ayam yang mereka beli di kantin sekolah saat jam istirahat. Mereka yang mengalami gejala keracunan dirawat di Puskesmas Manduro Manggung Gajah, RS Dharma Husada, dan dirawat di rumah masing-masing. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date