2017, PR Kasus Kriminal di Tulungagung Capai 255 Kasus

Tulungagung, koranmemo.com – Kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Tulungagung selama tahun 2017 cukup tinggi. Meskipun demikian dari 796 kasus berhasil diungkap sebanyak 541 kasus. Hal itu tidak lepas dari Polres selalu memberikan penghargaan atau reward kepada anggota Polri yang berhasil mengungkap sejumlah kasus.

“Kita berikan apresiasi berupa penghargaan tertulis,” tegas Kapolres AKBP Yong Ferrydjon seusai memimpin apel gabungan dan pemberian reward atas keberhasilan pengungkapan kasus di Gedung Olahraga (GOR) Lembupeteng Jalan Soekarno-Hatta kemarin (8/1) pagi.

Dijelaskan, pada 2017 angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Tulungagung beserta polsek jajaran sebanyak 796 kasus. Dari jumlah tersebut prosentase pengungkapan sebanyak 67 persen. Artinya hanya 541 kasus yang berhasil diungkap dan sisanya 255 kasus menjadi PR yang harus diungkap pada 2018.

“Kalau dilihat dari jumlah kasus pada 2016 yakni 1060 kasus, sebenarnya pada 2017 ada penurunan 264 kasus,” jelasnya.

Dilanjutkan, untuk memompa semangat diawal tahun 2018 dirinya memberikan penghargaan atau reward kepada anggotanya yang berhasil mengungkap tunggakan kasus maupun kasus menonjol yang menjadi sorotan publik.

Pada awal tahun 2018 ini beberapa kasus menonjol telah berhasil diungkap seperti kasus jaringan curanmor yang melibatkan anak dibawah umur oleh Polsek Ngantru,  bandar sabu dan bandar pil dobel l yang disertai kepemilikan airsoftgun ilegal oleh Satreskoba, dan ungkap curanmor spesialis di kampus/sekolahan oleh Satreskrim. “Semoga prestasi ini bisa menular ke anggota yang lain,” katanya.

Dikatakan,  tak hanya pemberian reward, bagi anggota, satuan, maupun polsek jajaran yang kurang berprestasi pihaknya juga memberikan peringatan atau hukuman. Hal ini juga dilakukan untuk memberikan semangat agar tidak mudah menyerah dalam mengungkap sebuah kasus.

“Kalau tidak salah ada tiga polsek yang mendapat bendera hitam (tanda kurang berprestasi-red) pada 2017,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry sempat berpamitan kepada seluruh anggota karena dirinya dipindahtugaskan menjadi Wadirlantas Polda Sulawesi Barat. Menurutnya, sebagai abdi negara seorang prajurit harus siap ditugaskan kapanpun dan dimanapun berada.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.