2 Tahun Bayar Angsuran, Perumahan Belum Terbangun

Sidoarjo, koranmemo.com – Puluhan korban penipuan pembelian rumah di perumahan Mustika Garden dengan developer PT. Alisa Zola Sejahtera memenuhi panggilan penyidik unit Harda Satreskrim Polresta Sidoarjo.Dalam kasus dugaan penipuan ini, kerugian korban mencapai nilai hingga Rp 4 Miliar.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Harris mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan dan pemenuhan barang bukti. “Kasusnya sedang kita lakukan riksa dan pemenuhan barang bukit. Karena korbannya banyak,” kata Harris saat dikonfirmasi, Rabu (20/02/2019).

Sementara itu, kuasa hukum korban, Abdul Malik mengatakan pihaknya telah mendampingi 28 korban dari dugaan 50 korban lebih kasus penipuan properti yang lokasinya berada di Desa Pepeh, Sedati Sidoarjo ini. Sebelumnya, pihaknya telah melaporkan Direktur utama PT. Alisa Zola Sejahtera, Mochammad Fattah ke Polda Jatim.

“Setelah dilimpahkan dari Polda Ke Polresta Sidoarjo, saat ini korban mulai dilakukan pemeriksaan di Polresta Sidoarjo,” ungkap Abdul Malik usai melakukan pendampingan di Polresta Sidoarjo.

Abdul Malik menambahkan, dari jumlah 28 korban yang ditipu, total kerugian hingga mencapai Rp 4 miliar. Korban penipuan yang rata-rata pasangan muda ini mengalami kerugian yang bervariasi. Nominalnya rata-rata ratusan juta rupiah. “Bervariasi. Mulai dibawah seratus juta hingga diatas seratus atau dua ratus juta yang sudah mereka bayar,” tambahnya.

Dugaan kasus ini bermula saat puluhan korban berjumlah 28 orang itu melapor ke Polda Jatim pada Agustus 2018 lalu.

Namun, progres pembangunan yang dijanjikan pihak developer pada 2017 lalu hingga saat ini belum juga terealisasi.

“Proses pengurukan tanah aja sampai hari ini belum ada,” ujar Gani Setio salah satu korban usai memberikan keterangan ke penyidik di Polresta Sidoarjo.

Angan-angan Gani untuk memiliki rumah baru setelah menikah menjadi harapan pahit.
“Kami berharap polisi bisa segera mengusut tuntas kasus tersebut. Kasihan mereka (korban) yang sudah mengharapkan memiliki rumah setelah menikah. Tapi nyatanya kena tipu,” bebernya.

Diceritakan, uang cicilan untuk rumah barunya dimulai pada tahun 2015. Tapi sampai 2017 belum ada progres.

Dari keterangannya ia sudah melakukan pembayaran baik kepada yang bersangkutan langsung hingga pembayaran melalui ATM atas nama Muhammad Fattah. Total kerugiannya mencapai Rp.90 juta rupiah.

“Sudah DP Rp.25 juta dan nyicil sampai dua tahun. Perbulan saya bayar Rp. 2,8 juta. Jadi, total kerugian saya mencapai kurang lebih Rp.90 juta yang sudah dibayarkan,” tambahnya dengan harapan agar kasus tersebut bisa ditangani pihak kepolisian.

Repoter Yudhi Ardian
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date