2 Pendemo Saat Pemilu di Trenggalek Ditembus Timah Panas, Begini Kejadiannya

Trenggalek, koranmemo.com – Dua pendemo terpaksa dilumpuhkan timah panas petugas gabungan yang mengamankan jalannya pemilihan umum (Pemilu). Sebelumnya sekelompok massa mendatangi Kantor Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Trenggalek lantaran tidak terima dengan hasil penghitungan suara. Massa salah satu peserta kontestasi itu berusaha masuk dan menjarah sejumlah logistik salah satu TPS  sehingga petugas gabungan terpaksa mengambil tindakan tegas terukur.

Tak hanya melumpuhkan dua pendemo dengan timah panas. Aksi brutal sekelompok massa yang kecewa dengan penghitungan surat suara ini semakin menjadi, sehingga petugas terpaksa membubarkan pendemo dengan gas air mata. Sebelumnya sekelompok massa ini terus meringsek masuk ke kantor KPUD Trenggalek. Selain masuk ke kantor KPUD dan sejumlah TPS, mereka juga menjarah logistik di pasar.

Pasukan kerangka pengendalian massa (Dalmas), pasukan huru hara (PHH), dan beberapa pasukan khusus lainnya dibuat sempoyongan dengan aksi pendemo yang semakin beringas. Dibantu petugas gabungan dari TNI dan Satpol PP, mereka membuat barikade hingga akhirnya mampu meredam massa. Rupanya gejolak pendemo sepenuhnya belum teredam sehingga dua pendemo yang dianggap sebagai provokator terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Kekisruhan ini merupakan gambaran kemungkinan buruk yang terjadi yang divisualkan melalui simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) yang diselenggarakan Kepolisian Resort Trenggalek di Mapolres Trenggalek, Jumat (5/4). Tujuan kegiatan adalah melatih kesiapsiagaan dan mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi saat Pemilu berlangsung.

“Kami memetakan kondisi terburuk di lapangan nanti seperti apa, sehingga nanti kita punya kesiapan. Jadi skenario yang dihadirkan oleh Pak Kapolres tadi adalah yang terburuk, mulai kerusuhan, unjuk rasa, sampai menggunakan tindakan pelumpuhan dan segala macem. Jadi ini memang situasi terburuk, namun telah kami antisipasi,” kata Plt Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di lokasi.

Selain tindakan tegas terukur yang digambarkan oleh petugas gabungan, lanjut Mas Ipin sapaan akrabnya untuk meredam adanya gejolak masyarakat dalam menghadapi tahun politik, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya persuasif.

“Semua elemen sudah pernah kami kumpulkan, kemudian Pak Kapolres juga sudah keliling di beberapa titik. Kemudian kita sudah komitmen dengan adanya deklarasi damai. Semua skenario terburuk ini tidak sampai terjadi,” kata Mas Ipin.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengaku telah menyiapkan sejumlah personelnya untuk menyukseskan jalannya pemilu. Polarisasi sistem pengamanan hingga ke sejumlah objek vital telah terpetakan dengan baik. Pihaknya juga telah memetakan dan sejumlah titik yang dianggap rawan.

“Mulai dari perbankan, pertokoan, pusat pemerintahan, tetap kami lakukan pengamanan. Termasuk nanti ada pasukan khusus yang akan kami bagi perayon di TPS-TPS  untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang memilih,” ujarnya di lokasi yang sama.

Sementara dalam pengamanan pelaksanaan Pemilu setidaknya terdapat sebanyak 625 petugas gabungan diterjunkan untuk mengamankan sebanyak 2512 TPS yang tersebar di 14 kecamatan. Masing-masing TPS nantinya akan dijaga oleh dua Linmas dan 3 petugas gabungan. “Satu TPS ada tiga personil dan dua linmas. Totalnya sekitar 700 petugas gabungan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date