2 Penadah Begal Sadis Diringkus

Lumajang, koranmemo.com – Dua penadah barang hasil kejahatan begal sadis diamankan Resmob Satreskrim Polres Lumajang. Mereka adalah NW (35) Warga Dusun Krajan, Desa. Brumbungan Kidul, Kec Maron Kab. Probolinggo dan EK (34) warga Dusun Batu Lumpang, Desa Selogudik Kulon, Kec Pajarakan, Kab Probolinggo.

Sejauh ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lain. “Kami masih melakukan perburuan, nama dan identitas sudah dikantongi petugas, doa kan saja dalam waktu dekat pelaku lain juga berhasil diamankan, Polres Lumajang sudah berkoordinasi dengan polres Probolinggo,” kata Paur Subbaghumas Polres Lumajang, Ipda Basuki Rachmad, SH. Sabtu (13/1/2018).

Kasus ini berawal dari pengungkapan begal sadis yang beroperasi di Lumajang beberap waktu lalu.

Dalam pengembangannya terungkap bahwa korban begal sadis atas nama Bayu Fernando (23) anggota TNI yang berdomisili di Asrama Yonkav 3 / Tank Rt 04 Rw 11 Ds Randuagung Kec Singosari Kab Malang.

Waktu itu korban hendak mengantar tunangannya di Desa Banyuputih Lor Kec. Randuangung Kab. Lumajang. Saat melintas di Jalan Raya Curah Mayit Desa Randuagung Kec Randuagung Kab Lumajang, korban dibacok oleh salah satu dari 6 orang kawanan begal. Ketika korban jatuh tas dari tunangannya juga dirampas serta motor jenis matic milik korban langsung dibawa kabur oleh segerombolan begal tersebut.

“Peritwa tersebut terjadi sehari setelah hari Natal 2017 lalu, saat itu korban berboncengan bersama teman wanitanya,” tambahnya.

Setelah korban melaporkan kejadian yang telah menimpanya kepada pihak kepolisian, dan disusul laporan dari masyarakat atas kejadian yang sama di beberapa TKP di seluruh Kab Lumajang, akhirnya jajaran Resmob Satreskrim Polres Lumajang merasa tertantang untuk memburu dan mengungkap serta berhasil menangkap para pelaku yang membuat masyarakat ketakutan.

Dari hasil penyelidikan yang terus dilakukan Resmob Satreskrim Polres Lumajang, menunjukkan hasil bahwa handphone (Hp) milik korban atau teman wanita Bayu Fernando berada di tangan Devi warga Probolinggo setelah Devi diintrograsi petugas, kemudian Devi mengatakan bahwa dia membeli hp tersebut seharga Rp 1.700.000. Yang diantar oleh pamannya yang berinisial RH (33) warga Dusun Redu, Desa Brumbungan Kidul, Kec Maron, Kab Probolinggo, ke Counter HP milik NW (35) Warga Dusun Krajan, Desa. Brumbungan Kidul, Kec Maron, Kab Probolinggo, dan dari pengakuan NW, pihaknya mendapat barang dari inisial EK (34) warga Dusun Batu Lumpang, Desa Selogudik Kulon, Kec Pajarakan, Kab Probolinggo.

“Dari keterangan Saksi, Polisi berhasil mengamankan 3 orang, satu orang sementara sebagai saksi, yang dua orang sudah positif kami tetapkan tersangka yakni NW dan EK,” terangnya.

Reporter :  Abdul Halim,Sp

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.