2 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Satpol PP

Kediri, koranmemo.com –– Petugas Satpol PP Kota Kediri yang melaksanakan patroli cipta kondisi (cipkon) untuk meminimalisir tindak asusila di bulan Ramadan, menjaring dua pasangan bukan suami istri, Jumat (17/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Kedua pasangan tersebut, terjaring razia di tempat kos yang berada di Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Pasangan pertama, terjaring di tempat kos Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren. Mereka mengaku sudah menjalin hubungan sekitar empat bulan, dari pihak orang tua memang mengetahui hubungan mereka dan pihak keluarga laki-laki, akan segera datang ke rumah pihak keluarga perempuan untuk melamar. Rencana, proses melamar akan dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. Padahal, pasangan ini sempat mengaku bahwa sudah bertunangan. Diketahui pasangan tersebut berinisial AAN (23) laki-laki asal Desa Wonorejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri dengan APL (21) perempuan asal Desa Besowo Kecamatan Kepung.

Untuk pasangan yang kedua, mengaku sudah menikah, namun saat petugas meminta untuk menunjukkan buku surat nikah, mereka menjawab dengan bingung. Ternyata, merek mengaku menikah siri, menurut mereka itu sudah cukup sah untuk tinggal bersama.

Pihak laki-laki saat ditanya mengenai KTP, ia mengaku bahwa KTP hilang dalam waktu yang cukup lama. Padahal, jika KTP hilang, proses untuk mengurus pembuatan baru tidak lama. Pasalnya, sudah ada rekaman seperti sidik jari, retina, dan data-data yang lain.

Pihak perempuan pun, sempat menolak untuk menghadirkan pihak keluarga. Sempat mengaku sudah bercerai dengan suaminya, namun saat ditanyakan akta cerai, ia pun mengelak dan mulai takut. Akhirnya, petugas meminta keterangan lebih jelas, untuk mempermudah proses penyelidikan sehingga baik pihak perempuan dan pihak laki-laki menemukan jalan ke luar yang lebih baik.

Pasangan tersebut diketahui berinisial SCU (25) perempuan asal Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri dengan DT (35) laki-laki asal Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto.

Sedangkan remaja lain yang terjaring razia di tempat kos yang berada di Kelurahan Pesantren Kecamatan Pesantren, mereka mengaku baru pertama menginap di tempat kos, karena baru pindah. Namun, petugas memberikan imbauan kepada mereka dan memberikan sanksi. Mereka di bawa ke kantor Satpol PP bersama dua pasangan lainnya.

Tidak hanya dua remaja laki-laki dan perempuan saja, tapi masih ada lagi dua remaja perempuan yang berada di dalam kamar tersebut. “Kami bawa dua remaja tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan imbauan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal negatif. Mengingat mereka masih remaja, dan berada di kamar kos, ini juga bisa menjadi pelajaran untuk mereka dan dua orang teman lainnya,” ucap Edy.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date