2 Blandong Kayu Perhutani Dibekuk

Trenggalek, koranmemo.com – Dua pemblandong kayu Perhutani dibekuk jajaran Polsek Tugu. Mereka diamankan petugas saat mengangkut kayu hasil curian yang ditebang dari Petak 68 A RPH dan BKPH Trenggalek, tepatnya masuk Desa Dermosari Kecamatan Tugu. Dalam penangkapan itu, petugas menyita 17 batang kayu sengon laut dengan berbagai ukuran.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, selain petugas kepolisian penangkapan itu juga melibatkan petugas RPH Trenggalek. Penangkapan dilakukan pada Selasa (18/6). Kasus itu kini tengah dikembangkan. “Untuk barangnya dijual kemana, siapa saja yang terlibat masih kami kembangkan,” ujarnya dalam konferensi pers kemarin.

Penangkapan itu berawal saat petugas melakukan patroli gabungan sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu petugas melihat Sukarman (53) dan Meseri (36) tengah mengangkut kayu sengon laut hasil curian. Curiga, kemudian petugas melakukan pemeriksaan dan penangkapan. “Diketahui kayu itu adalah hasil curian,” jelasnya.

Akibat perbuatan dua warga Dermosari itu, Perhutani menanggung kerugian lebih dari Rp 1,5 juta. Selain mengamankan 17 kayu sengon laut, petugas juga menyita sebuah gergaji yang diduga digunakan untuk memblandong. “Jumlahnya 17 batang, ukuran panjang kurang lebih 3 meter, dengan diameter 10 sd 25 cm,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka terancam Pasal 82 ayat (1) huruf c dan/atau pasal 83 ayat (1) huruf b UU nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kawasan Hutan Subs pasal 363 ayat (1) ke -4e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date