2.502 Jemaah First Travel Sidoarjo Belum Berangkat

Sidoarjo, koranmemo.com – Korban dugaan penipuan pemberangkatan ibadah umroh oleh agen First Travel (FT) kantor cabang di Sidoarjo akhirnya angkat bicara. Sebanyak 2.502 jamaah yang sudah terdaftar tersebut belum ada kepastian kapan akan diberangkatkan.

Kepala kantor Cabang First Travel di Sidoarjo, Rudy Hermanadi saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, untuk jumlah calon jemaah umroh yang terdaftar dan belum diberangkatkan sebanyak 2.502 jemaah dan sudah sejak tanggal 5 Agustus lalu kantor cabang tersebut sudah tidak beroperasi.

“Surat resmi pencabutan izin yang diterima oleh kantor pusat di Jakarta terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2017 yang lalu dan untuk kantor cabang yang ada di Sidoarjo sendiri sudah mulai tanggal 5 Agustus 2017 lalu,” ucapnya.

Dikatakan, kantor cabang yang berada di ruko Perumahan Pondok Mutiara Blok K/2 B, Sidoarjo, Jawa Timur itu aktif sudah semenjak 1 Maret 2016. Untuk pemberangkatan calon jemaah umroh dari Sidoarjo, tahun 2017 mencapai 4.148 jemaah.

Pihaknya juga mengatakan di kantor tersebut hanya sebagai pendataan calon jamaah dan administrasi saja. “Dikantor sini (kantor cabang Sidoarjo, red) hanya mendata calon jemaah yang melakukan pendaftaran, pengumpulan dokumen dan adminitrasi. Untuk uang pendaftaran langsung diterima kantor pusat, ” terangnya.

Disinggung terkait nasib keberangkatan calon jemaah Umroh yang belum diberangkatkan pihaknya tetap menunggu keputusan dari kantor pusat yang berada di Jakarta. “Untuk kejelasan calon jemaah yang belum diberangkatkan kita tidak bisa berbuat apa-apa, kantor pusat yang memutuskan semuanya, ” imbuhnya.

Dari pantauan koranmemo.com di lokasi kantor FT, pada hari dan jam kerja normal kantor tetap buka. Pihak FT masih terlihat beberapa karyawannya memberikan kesempatan bagi calon jemaah umroh yang datang untuk mendapatkan informasi seputar perkembangan keberangkatan. “Kalau hanya tanya-tanya informasi masih kami layani. Tapi untuk pendaftaran sudah tidak lagi,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan korban agen FT di Sidoarjo, Fredi Hermanto (62) warga Pucang, Sidoarjo saat berkumpul bersama korban yang lain di perumahan Pondok Pondok Sidokare Indah, Sidoarjo menceritakan dirinya beserta korban yang lain saat itu meminta kepastian keberangkatan dirinya dan korban yang lain.

“Setelah kami mendengar ribut-ribut tentang First Travel di media massa, kemudian kami mendatangi kantor cabang yang berada di Perum Pondok Mutiara tersebut, ternyata info jumlahnya sekitar 2502 jamaah,” kata Fredi pada wartawan.

Untuk teman-teman yang menjadi korban dari agennya first travel ini sudah menyerahkan uang sebesar Rp 19.500.000, dengan rincian untuk biaya umroh sebesar Rp 14.300.000,. Untuk biaya pesawat Jakarta-Jeddah sebanyak Rp 2.500.000,. Selain itu, jemaah juga diminta biaya pesawat Surabaya ke Jakarta sebesar Rp 2.300.000. Dan tambahan lain sebesar, Rp. 400.000.

Selain Fredi Hermanto, salah satu korban jemaah FT yang lain, Chotijah, berharap uangnya dan tiga saudaranya agar segera dikembalikan. Dirinya juga sangat terkejut setelah mendengar di media massa kalau izin First Travel di cabut.

“Kami mau mencari agen lain asalkan uang saya di kembalikan, kalau dibilang iklas ya belum saatnya-lah,” jelasnya.

Diketahui, di Jatim sendiri ada tiga cabang. Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.