19 Desa Dikepung Banjir, 4 Sekolah Diliburkan

Ponorogo, koranmemo.com – Bencana banjir kembali terjadi di Ponorogo. Hujan deras yang terjadi sejak pukul 17.00, Minggu (11/3), memicu jebolnya tanggul Sungai Ngumpul dan Tegalombo. Kondisi ini membuat 19 Desa di 5 kecamatan di Kota Reog terendam banjir. Tidak hanya itu sejumlah Sekolah Dasar (SD) terapksa diliburkan akibat bencana banjir, Senin (12/3).

Dari data Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo tercatat, wilayah terdampak banjir yakni 7 Desa di Kecamatan Balong antaran lain Desa Ngraket, Bulu Kidul, Dadapan, Bulak, Ngendut, Ngumpul, Sumberejo, 3 Desa di Kecamatan Kauman yakni, Desa Pangkal, Nongkodono, Bringing, 4 desa di Kecamatan Sukorejo yakni, Desa Nggandu Kepuh, Kali Malang, Golan, Bangunrejo, 2 kelurahan di Kecamatan Ponorogo yakni kelurahan Paju dan Pinggir Sari, serta 2 desa di kecamatan Jambon yakni, Desa bulu lor dan Jambon.” Ada 19 desa di 5 Kecamatan yang terdampak banjir, rata rata ketinggian mencapai 40 cm,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekrontuksi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono.

Diungkapkan, kondisi terparah terjadi di Desa Bajang, Dadapan, Tatung Kecamatan Balong, Dusun Kepekan Desa/Kecamatan Kauman, dan desa Tanjungsari Kecamatan Jambon. Pasalnya ketinggian air yang mencapai 80 cm telah membuat puluhan rumah warga tergenang.” Paling parah di 5 desa di tiga kecamatan, ketinggian air bisa sampai 80 cm,  sudah masuk ke rumah warga,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, selain mengganggu arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan akibat ketinggian air mencapai 40 cm, empat sekolah di sejumlah wilayah terdampak banjir juga terpaksa diliburkan. Antara lain, di Kecamatan Sukorejo yakni  SDN 2 Golan dan SDN 1 Sukorejo, di Kecamatan Balong yakni,  SDN 2 Sedarat,  dan di Kecamatan Kauman yakni SDN 1 Kauman.

Guru Kelas 5 SDN 2 Golan, Sri Purwaningsi mengaku, terpaksa meliburkan 92 muridnya lantaran kondisi banjir yang membahayakan bagi siswa. Padahal hari ini siswa kelas VI dijadwalkan persiapan untuk Ujian Nasional (UN) tahun 2018.”Terpaksa kami liburkan mas, tadi masuk tapi kami pulangkan, karena kondisi banjir yang membahayakan bagi siswa. Air di sini sudah 20 cm. Tadinya kelas VI akan mengikuti bimbingan persiapan UN tahun ini, tapi karena banjir kami tunda,” pungkasnya.

Reporter : Zainul  Rohman

Editor : Achmad  Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date