150 Takmir Masjid Kota Blitar Deklarasikan Cegah Politisi Masjid

Blitar, koranmemo.com-Dewan Masjid  Indonesia (DMI) Cabang Kota Blitar ,bersama 150 takmir masjid se Kota Blitar menolak segala bentuk politisasi masjid. Mereka menyerukan agar masjid dikembalikan sesuai dengan fungsinya, sebagai tempat ibadah dan menolak segala bentuk ceramah provokatif untuk kepentingan politik tertentu. Deklarasi ini diinisiasi Takmir Masjid Agung Kota Blitar di Masjid Agung Kota Blitar, Senin (19/2) pukul 20.30 WIB.

 Tausiah kebangsaan dalam acara deklarasi itu dihadiri oleh beberapa organisasi diantaranya Dewan Masjid Indonesia (DMI)  Kota Blitar, Takmir Masjid se Kota Blitar, MUI Kota Blitar, FKUB Kota Blitar, PD LDII, PCNU, Muslimat NU, PD Muhamadiyah dan seluruh alim ulama dan masyarakat Kota Blitar dengan tema merajut kebersamaan sesama umat islam yang disampaikan oleh ketua FKUB Kota Blitar, Abdul Basid.

Pelaksana deklarasi, Ketua MUI sekaligus Ketua Takmir masjid Agung Kota Blitar, Drs Subakhir meminta masyarakat untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

“Masjid yang penuh rahmat maka tidak ada hubungannya urusan politik praktis. Acara Maulid, Rajaban jangan diselipkan kampanye. Mari fungsikan masjid sesuai syariah,” ujarnya.

Selain itu, juga mengingatkan kepada umat muslim untuk kembali fungsikan Masjid sebagai tempat pembinaan umat yakni mencari ilmu dan bukan menebarkan kebencian.

“Menolak segala bentuk ujaran kebencian, menguatkan masjid sebagai tempat untuk menyampaikan pesan-pesan toleransi,” ujarnya.

 Dirinya menyayangkan jika saat ini sejumlah masjid yang di beberapa kota kerap dijadikan panggung politik oleh beberapa ormas.

” Maka dari itu kami bersama-sama seluruh elemen masyarakat dan organisasi mengajak untuk menolak segala bentuk politisi masjid di Kota Blitar,terlebih saat ini sudah dimulainya kampanye pemilukada,  ” imbuhnya.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.