11,84 Persen Warga Kota Madiun Menderita Stunting 

Madiun, koranmemo.com – Jumlah warga Kota Madiun yang menderita stunting (bertubuh pendek) mencapai sekitar 11,84 persen dari jumlah penduduk. Penyebaran penderita stunting ini berada di 3 kecamatan Kota Madiun.

“Hingga akhir tahun 2018 terdapat 995 balita atau 11,84 persen warga mengalami stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun Agung Sulistya Wardani belum lama ini.

Menurutnya, sejumlah faktor yang mempengaruhi balita mengalami stunting, diantaranya 30 persennya dari sisi kesehatan, dan 70 persen lainnya multisektor. Misalnya dipengaruhi kesehatan lingkungan, seperti mutu tanah dan air.
“Angka itu masih dapat ditoleransi. Sebab badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menargetkan angka stunting di suatu wilayah tidak boleh lebih dari 15 persen,” ujarnya.

Untuk mencegah stunting, petugas melakukan pendampingan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Artinya, sejak awal masa kehamilan kondisi ibu harus bagus.
Dan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sampai masa nifas.
“Imbauan kepada masyarakat utamanya mulai kehamilan sampai dengan anak usia dua tahun itu periode emas. Jadi mohon untuk mengikuti saran dari kesehatan dan juga berperilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Madiun, Rusdiyanto menyatakan, balita yang mengalami stunting tersebar di seluruh kelurahan.
“Seluruh upaya kita lakukan, program kegiatan yang ada di Pemkot Madiun yang selama ini sudah berjalan kita sinergikan, kemudian edukasi kepada masyarakat terus kita galakkan sehingga mereka bisa memahami masalah stunting. Karena ini dampaknya luar biasa, bisa sampai merusak otak,” tuturnya.

Rusdiyanto menjelaskan, pemkot akan melakukan evaluasi setiap semester terhadap sejumlah program kesehatan yang dilakukan petugas Dinkes-KB untuk menangani kasus stunting.

Reporter M. Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date