Mantan Sopir Bus Gantung Diri

Tulungagung, koranmemo.com – Mantan sopir bus Harapan Jaya, Mudjoko (59) warga Lingkungan 1 RT/RW 002/001 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, Rabu (9/11) pukul 04.30 WIB nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Lehernya diikat dengan jarit dan digantungkan pada ventilasi udara (angin-angin) kamar rumahnya. Dia nekat gantung diri kerena penyakit pengeroposan tulang belakang yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh istri korban Kasmini (51). Menurutnya Selasa (8/11) malam sekitar pukul 21.30 WIB ia masih mengantar suaminya berobat ke Rumah Sakit (RS) Madinah Desa/Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, karena korban merasakan sakit di punggungnya. Kemudian istri dan korban tidur bersama di dalam kamar. “Sudah 2 bulan ini bapak (korban-red) mengeluh sakit di punggungnya, bahkan kalau lagi kambuh langsung berguling-guling di lantai karena menahan rasa sakitnya,”kenangnya.

Seperti biasa, besok paginya, Rabu (9/11) sekitar pukul 4.30 WIB terbangun, lalu ia disuruh suaminya untuk membuatkan teh dan untuk membeli bubur. Akan tetapi istrinya menolak dan menyuruh menantunya untuk membelikan bubur. Korban pun langsung membentaknya. Karena dia tetap ingin dibelikan oleh istrinya. “Biasanya yang membelikan bubur anak-anak. Mungkin karena sakit dan marah-marah,”terang Kasmini.

Selanjutnya setelah membeli bubur dan hendak menyuapi suaminya Kasmini masuk ke kamar, alangkah kagetnya ketika ia melihat suaminya sudah tewas tergantung. Sontak ia pun langsung berteriak histeris, kemudian Peni Suprihatin, anak korban yang sedang tertidur di kamarnya seketika terbangun kemudian berlari menuju kamar bapaknya dan sudah melihat bapaknya tidak bernyawa. Warga yang mendengar jeritan minta tolong berdatangan. Sebagian mereka melaporkan ke Polsek Ngunut.

Kasmini menambahkan suaminya sudah lama bekerja sebagai sopir Harapan Jaya, jurusan Surabaya-Tulungagung. bahkan dia menjadi satu-satunya tulang punggung keluarganya. Penyakit pengeroposan tulang sejak 2 bulan silam dirasakan sangat sakit sehingga dia harus berhenti bekerja.

Kapolres Tulungagung AKBP Bhirawa Braja Paksa melalui Kapolsek ngunut Kompol Supriyanto mengatakan bahwa korban sebelumnya memang merasakan sakit selama 2 bulan. Karena tidak kuat merasakan sakit akhirnya nekat bunuh diri. “Korban sebelumnya 2 kali masuk ICU, dan 2 bulan terakhir merasakan sakit di punggungnya”, Terangnya.

Supriyanto menambahkan karena hasil pemeriksaan dari puskesmas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maka jenazah langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.(yop/Jb)

 

Follow Untuk Berita Up to Date