10 Kode Rahasia Dalam Penerbangan

Koranmemo.com – Berita tentang kecelakaan pesawat terbang tak urung membuat masyarakat merasa resah dengan keamanan transportasi udara tersebut.  Apalagi bagi sebagian orang, terbang merupakan hal yang menegangkan, ditambah ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi selama di udara.

Oleh karena itu, awak pesawat memiliki kode-kode rahasia yang digunakan pada keadaan darurat.  Tujuannya adalah ketika hal tersebut terjadi, mereka bisa berkomunikasi tanpa membuat penumpang merasa panik.

  1. MAYDAY!  MAYDAY!  MAYDAY!

Kode ini adalah kode yang paling familiar bagi masyarakat awam.  Mayday merupakan bentuk sinyal tanda bahaya standar internasional yang digunakan dalam komunikasi radio. Istilah tersebut berasal dari bahasa Perancis m’aidez yang berarti “tolong aku”.

Tak hanya dipakai oleh pilot, Mayday juga dipakai oleh polisi, pemadam kebakaran, dan organisasi transportasi lainnya untuk memberitahukan situasi bahaya atau darurat yang sedang terjadi.  Kode darurat Mayday selalu diucapkan sebanyak tiga kali (“mayday mayday mayday”) demi menghindari salah dengar penerima dalam keadaan radio yang berisik.

Sebelum teknologi radio berkembang seperti sekarang, tanda darurat atau bahaya sering dikirimkan menggunakan kode morse SOS (…—…).

  1. Last-Minute Paperwork

Jika mendengar kode ini, maka penerbanganmu berarti akan tertunda. Istilah Paperwork biasanya berhubungan dengan perubahan jadwal penerbangan, pengecekan berat dan keseimbangan pesawat, atau bisa juga hanya menjadi tanda bahwa kita sedang menunggu staf pemeliharaan untuk mengurutkan giliran penerbangan.

  1. Crosscheck

Kalimat ini berarti pintu siap digunakan untuk evakuasi darurat. Ketika pintu pesawat terbuka, perosotan untuk evakuasi ataupun perahu karet akan terhampar serta mengembang dalam waktu kurang dari 6 detik.

Awak kabin kemudian akan memasang dan menanggalkan pintu kabin dengan cara memindahkannya ke level khusus lalu menguncinya.  Masyarakat perlu tahu bahwa pintu kabin tidak akan mungkin dibuka ketika pesawat sedang mengudara karena adanya perbedaan tekanan atmosfer di dalam dan di luar badan pesawat.

  1. Pan-pan

Kode ini mengabarkan situasi bahaya setingkat di bawah kode Mayday. Pan-pan digunakan ketika terjadi situasi serius namun tidak mengancam jiwa. Kata ini berasal dari bahasa Perancis panne, yang memiliki arti kerusakan. Istilah ini harus disebutkan tiga kali berulang-ulang (“pan-pan, pan-pan, pan-pan”).

  1. Air Pocket

Artinya penumpang akan segera menghadapi turbulensi. Turbulensi sebenarnya bukan apa-apa bagi para pilot. Hal ini juga gak benar-benar menyangkut pada timbulnya masalah atau hilangnya kendali pada pesawat.

Tapi bukan berarti pilot dan awak kabin tidak terganggu dengan turbulensi ini. Jika penumpang mendengar Air Pocket, maka tandanya penumpang  akan segera merasakan guncangan turbulensi namun di saat bersamaan sang pilot juga sedang berusaha menghindarinya, jad tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

  1. All-Call

Kode All-Call normalnya dikirim oleh pilot untuk mengumpulkan seluruh awak kabin pesawat. Biasanya hal ini dilakukan untuk menyampaikan berita yang agak kurang baik atau bahkan berita buruk. Tidak selalu tentang kecelakaan pesawat, All-Call bisa jadi hanya berisi warning tentang suatu kerusakan pada badan pesawat.

All-Call juga biasanya berisi instruksi agar para kru pesawat bersiap-siap atau permintaan agar masing-masing awak kabin melaporkan lewat interkom dari posnya pasing-masing. Sayangnya, kode ini gak pernah digunakan untuk mengirimkan berita baik. Kalau kamu mendengar kode ini, gak ada salahnya untuk menanyakan pada pramugari.

  1. Bravo

Biasanya, seorang pilot atau pramugari akan membuat pengumuman bahwa Kode Bravo sedang berlangsung. Ini bisa berarti masalah besar atau sesuatu yang relatif kecil tetapi tetap bersifat signifikan. Bisa jadi untuk memberitakan anak yang hilang, hewan yang melarikan diri dan menuju ke daerah tempat para penumpang berada, atau bisa juga menjadi tanda bahwa terdapat senjata api di kabin.

Kode Bravo digunakan sebagai pengalihan untuk memastikan bahwa orang-orang memikirkan hal lain sementara pramugari dapat mencari atau memecahkan masalah tanpa mendapat banyak gangguan dari penumpang.

  1. 7600

Ini adalah kode yang tidak ingin didengar oleh pilot maupun para awak kabin. Kode 7600 berarti hilangnya komunikasi radio. Hal ini bisa menandakan hilang total atau kurangnya sinyal ke bandara yang sedang dituju.

Masalah sebenarnya adalah pesawat boleh terbang ke landasan hanya setelah meminta izin untuk melakukannya terlebih dahulu. Jika pesawat tidak dapat mengirimkan sinyal radio pada menara pengawas untuk melakukan itu, hal ini dapat memaksa pesawat terus berputar-putar sampai mendapatkan izin.

  1. 7700

Kode 7700, sederhananya berarti emergency. Namun emergency bisa berarti banyak hal kan? Munculnya kode 7700 menandakan pesawat sedang mengalami gangguan dan butuh bantuan segera. Biasanya alarm akan berbunyi di radar ATC.

  1. 7500

Tidak ada seorang pun yang mau mendengar kode 7500 karena kode tersebut berarti pesawat sedang dibajak! Kode ini juga berlaku jika pilot atau awak kabin merasakan dan mendapatkan ancaman akan terjadinya pembajakan.

Hal ini pernah terjadi pada pesawat Boeing 737-800 milik Virgin Australia Airlines bernomor penerbangan VOZ 41 pada 2014 lalu dengan rute Brisbane-Denpasar. Sinyal tersebut langsung direspon cepat oleh pihak kepolisian.

Setelah pesawat mendarat di bandara, pelaku yang awalnya diduga ingin membajak langsung dibekuk oleh polisi. Ternyata pelaku bernama Matt Christoper (28), seorang warga negara Australia sedang mabuk dan menggedor-gedor pintu kokpit. Dilaporkan tidak ada yang terluka akibat insiden tersebut.

Sumber:  Times

Editor:  Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date