10 Film Dengan Skenario Terbaik Sepanjang Masa

Koranmemo.com – Selain sutradara dan para pemainnya, dalam pengerjaan sebuah film, ada banyak orang di balik layar yang memiliki peranan sangat penting.  Salah satu yang jarang sekali disebutkan adalah seorang screenwriter atau penulis skenario.  Padahal bisa dibilang para penulis skenario ini adalah otaknya sebuah film, sama seperti seorang sutradara.  Skenario yang bagus akan menghasilkan film yang bagus pula.  Nah, berikut ini adalah 10 film dengan skenario terbaik versi koranmemo.com!  5 film dari dalam negeri dan 5 film dari hollywood.

  1. Fiksi (2008)

Film ini ber-genre thriller.  Skenario film ini ditulis oleh sutradara kelas A Indonesia, Joko Anwar.  Selaku penulis skenario, Joko Anwar sangat piawai membangun karakter para pemainnya melalui dialog dan alur penceritaan yang lambat, namun pelan-pelan kita seolah masuk ke dalam dunia Alisha yang diperankan oleh Ladya Cheryl.  Keanehan demi keanehan yang terjadi di rumah susun tempat Bari (Donny Alamsyah) tinggal dibuat sederhana, namun di ending memiliki twist yang mengejutkan.  Bagi penggemar film-film yang agak mikir, Fiksi adalah salah satu film yang saya rekomendasikan.

  1. Modus Anomali (2012)

Lagi-lagi filmnya Joko Anwar.  Film ini sangat minim dialog tapi ceritanya bisa hidup sekali.  Menurut saya film yang skenarionya brilliant itu adalah film seperti Modus Anomali ini,  Tanpa banyak dialog, hanya lewat gesture tubuh dan ekspresi muka pemainnya (Rio Dewanto saya beri standing applause untuk penampilannya di film ini) film ini super keren sekali.  Ending ceritanya juga membuat saya benar-benar terkejut.  Namun berbeda dengan film Fiksi, di ending, film ini cukup jelas ending-nya.

  1. Test Pack (2012)

Film drama yang menyenangkan untuk ditonton.  Alur ceritanya sederhana, tidak rumit dan tidak penuh konflik, tapi dialog antar pemainnya menyenangkan untuk disimak.  Ending-nya mungkin sedikit cliche dengan adegan di bandaranya Acha yang batal ke luar negeri dan pulang untuk kembali bersama suaminya (Reza Rahardian).  Tapi justru kadang-kadang ending yang cliche itu yang  dibutuhkan oleh para penikmat film yang sudah cukup lelah dengan drama di kehidupan nyata.

  1. Love for Sale (2018)

Film Indonesia tahun ini yang paling bagus sih menurutku.  Penggarapan naskahnya nggak asal.  Kepribadian Richard (Gading Marten) diceritakan dengan natural.  Jadi tanpa banyak monolog, penonton bisa paham bagaimana sifat Richard dari keseharian dia yang disiplin sekali dengan waktu atau dia yang hampir tidak pernah keluar dari Jakarta seumur hidup dia.  Penonton dibuat peduli dengan nasib hubungan Richard dan Arini (Della Dartyan) bahkan sampai di ending film.

  1. Posesif (2017)

Bukan film SMA biasa!  Itu yang akan kalian rasakan setelah nonton film ini.  Alur ceritanya benar-benar rapi, mulai dari pengenalan tokoh (Lala dan Yudhis), awal mereka bertemu, saling suka, pacaran kemudian Yudhis mulai menunjukkan keposesifannya, semuanya  tersusun rapi.  Jadi tidak ada lubang di tengah-tengah yang membuat saya jadi, ‘Kok gini sih?’.

Referensi film hollywood :

  1. Before series (Before Sunrise, Before Sunset dan Before Midnight)

These are the best romantic movies I’ve ever watched!! Kekuatan di ketiga film ini murni di dialog-dialog antara dua tokoh utamanya, Jesse dan Celine yang  membuat saya betah menonton film-film ini.  Dialog mereka berdua  itu menunjukkan karakter mereka dan dari film ke film, dialog mereka pun menunjukkan bagaimana kedua tokoh tersebut semakin dewasa sesuai dengan umur mereka.  Yang paling membuat saya takjub dengan Before series ini adalah antar film membutuhkan waktu penggarapan 9 tahun dan di ceritanya pun mereka memang sudah menjalani waktu 9 tahun.  That’s amazing

 

  1. Insidious series

Hands down, Insidious adalah film horor hollywood terkeren sepanjang massa.  Plot twist-nya diletakkan di tempat yang pas sehingga membuat penonton benar-benar terkejut.  Penempatan jump scare-nya juga tidak terlalu banyak, sehingga mereka yang tidak suka film horor pun masih bisa menikmati alur cerita Insidious.

  1. 7 Pounds (2008)

Film hollywood pertama yang  membuat saya menangis.  Alur ceritanya memang dibangun lambat.  Tapi anehnya saya menikmatinya. Saya seolah ikut dalam perjalanan Ben (Will Smith) untuk menemukan orang-orang yang  berhak mendapatkan donor darinya.  Di ending, ketika dia bunuh diri menggunakan ubur-ubur untuk menyetrum dirinya sendiri, saya menangis dan ikut merasakan sakit, namun dalam waktu yang bersamaan saya juga berpikir, ‘Ah..ternyata itu alasannya dia memelihara ubur-ubur.’

  1. The King’s Speech (2010)

Film yang wajib ditonton oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengikuti kelas Public Speaking.  Saya jamin penonton bakal ikut gemas melihat bagaimana Sang Raja kesulitan untuk berbicara di depan umum.  Ikut gemas ketika melihat Sang Raja latihan ‘ngomong’.  Rasanya ingin masuk ke dalam cerita dan ikut memberi semangat ke rajanya biar tidak takut lagi berbicara di depan rakyatnya.

  1. Memento (2000)

Pertama penyakit bernama short term memory diperkenalkan dalam film.  Menurut saya ini salah satu film dengan skenario terbaik sepanjang massa dan film Christoper Nolan terbaik selain Batman : the Dark Knight. Kenapa Memento bagus?  Sekarang coba bayangkan berada di posisi Leonard (Guy Pearce) yang ingatan terakhirnya adalah kematian Sang Istri.  Setelah itu, memori baru apapun yang dia buat selalu terlupakan setelah beberapa waktu.  Padahal goal dia adalah menemukan pembunuh Sang Istri.  Cara yang dilakukan Leonard di film itu untuk mengungkap siapa pembunuh istrinya itu yang membuat skenario film ini jadi outstanding.

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date