Ratusan Lansia Ikuti Pesantren Kilat

Berburu Berkah, Rela Tinggal di Masjid

Jombang, Koran Memo – Ratusan lansia dari berbagai penjuru daerah berburu berkah dengan mengikuti pesantren kilat di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso Kecamatan Peterongan. Pesantren kilat di salah satu ponpes tertua di Jombang ini sudah menjadi tradisi yang berlangsung sejak puluhan tahun silam. Pesantren kilat mereka ikuti bertujuan untuk memperbanyak ibadah seperti dzikir dan mengaji. Selama menjadi santri kilat sebulan penuh, ratusan lansia rela tinggal di dalam masjid pesantren.

Suasana pesantren kilat lansia di Ponpes Darul Ulum (ist)
Suasana pesantren kilat lansia di Ponpes Darul Ulum (ist)

KH Cholil Dahlan, pengasuh pesantren lansia PPDU mengatakan, pesantren kilat tahun ini diikuti 261 lansia. Usia lansia peserta antara 60 hingga 90 tahun. Selama mengikuti pesantren kilat mereka menempati masjid pesantren setempat. “Para lansia ini untuk memperbanyak ibadah mulai dari mengaji dzikir hingga salat dilakukan dengan penuh kekhusukan,” terang KH Cholil Dahlan, yang juga Ketua MUI Jombang ini, Selasa (23/6).

Masih kata KH Cholil, tradisi pesantren kilat lansia ini sudah menjadi tradisi tahunan di pondok yang berdiri pada tahun 1885 tersebut. “Tujuan pesantren kilat lansia untuk memberikan bimbingan, dengan lebih mengintensifkan amalan dzikir dan istighotsah, sehingga para santri lansia bisa berusaha ribath atau bersiaga selalu di jalan Allah,” katanya.

Selain itu peserta pesantren kilat juga bisa fokus dalam menunaikan semua ibadah baik fardlu maupun sunnah. “Tradisi pesantren kilat lansia ini sudah berlangsung sejak tahun 1930-an silam dengan nama tariqoh Qodiriyah tariqoh Wannaqsabandiyahqodiriyah yang dibawa pertama kali oleh Kyai Cholil Al Zuremi dan dilanjutkan oleh Kyai Mustain Romli. Hingga saat ini diamalkan oleh generasi penerusnya sebagai mursyid-nya Kyai Dimyati Romli,” terangnya.

Sementara itu Sri Aminah (73) salah satu peserta pesantren kilat lansia dari Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri mengatakan selama mengikuti pesantren kilat di bulan suci Ramadan, berbagai macam kegiatan ibadah diikutinya, seperti istigosah dzikir dan doa. Selain bertujuan memperkuat keimanan dan ketaqwaan, juga sebagai bekal persiapan ketika menghadap sang pencipta.

“Awalnya saya hanya mengantarkan anak dan cucu yang mondok di sini. Tiba-tiba saya merasa terpanggil untuk memperbanyak ibadah. Saya pun berinisiatif mengikuti pesantren kilat ini selama bulan suci Ramadan,”aku Aminah.

Hal senada juga diutarakan Rohimah (67) peserta pesantren kilat asal Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Tidak tanggung-tanggung, dia mengaku sudah enam kali mengikuti pesantren kilat di PPDU pada bulan Ramadan. “Ini sudah yang ke enam kalinya ikut pesantren kilat. Selama masih kuat, saya berniat ikut terus,” ujar Rohimah. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date